DI 16032018
Lukas 5:15-16
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
- Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Seandainya kita ada pd posisi org yg sakit pd wkt itu, sdh jauh-jauh pergi mencari Yesus, tp justru Dia menghindar, apa reaksi kita? Pasti kecewa. Entah brp bnyk org dlm kisah ini yg kecewa gagal menemui Yesus.
Lalu knp Yesus tdk menemui mrka dan justru memilih ke padang gurun dan berdoa? Bknkah mengajar dan menyembuhkan org sakit itu sesuatu yg baik? Ini pertanyaan yg manusiawi sifatnya, tp bgmna dr sudut pandang Yesus sndri?
Saya mencoba memahami, yg saya dpti adslah bhw Yesus menerapkan keadilan dlm berbagi waktu. Ada waktu utk Tuhan, dan ada waktu utk mengajar dan menyembuhkan bnyk org sakit. Berdoa adalah porsi waktu utk Bapa, dan itu tak bs digantikan oleh kegiatan yg baik sekalipun. Bedanya dg kita adalah seringkali kita lengah, wkt utk Tuhan tergantikan oleh wkt utk diri sndri, keluarga, teman bahkan kegiatan rohani jg. Kita tdk boleh ‘mencuri’ waktu yg adalah porsi utk Tuhan lalu kita berikan utk org atau kegiatan lainnya.
Kadang kita berdoa di waktu yg tersisa, setelah selesai sibuk ini dan itu, br berdoa. Belajar dr teladan Yesus, wktnya berdoa ya berdoa, bkn main games, jalan-jalan, atau malah sibuk pelayanan. Disiplin dlm membagi dan menyusun jadwal harian kita.
Kalau porsi wkt utk Tuhan kita abaikan, pasti ada akibatnya. Biasanya kita lebih mudah emosian, panik, merasa hidup ini kosong, mudah lelah menghadapi situasi yg ada. Jd ini bkn hal main-main, jgn remehkan efek dr doa kita. Kalau wkt utk berdoa mulai bolong-bolong, bertobat, perbaiki kembali doa kita pd Tuhan. Carilah Tuhan bkn saat kita susah saja, tp setiap saat kita hrs terhubung dg Tuhan krna Dialah sumber hidup kita.
Doa bkn brp lamanya kita berdoa, tp kualitas hubungan dg Tuhan