Tinggal Dalam Kegelapan

DI 05052018

2 Tawarikh 6:1 KJV
Then said Solomon, The LORD hath said that he would dwell in the thick darkness.

  • Kemudian Salomo berkata: “Tuhan telah berkata bahwa Dia akan berdiam dalam kegelapan yang pekat.

Terus terang saya terkejut membc ayat ini, apa iya Tuhan akan berdiam dlm kegelapan yg pekat? Lho, bknnya Tuhan itu terang dan tdk ada kegelapan di dlm Dia?

Utk mengerti ayat ini, saya umpamakan spt 2 negara yg sdg akan berperang, yg satu berasal dr daerah yg bersalju, yg satunya lg berasal dr daerah gurun pasir. Salah satu negara pasti dtg menyerang, maka yg terjd adalah : negara yg bersalju sdg berkemah di padang gurun bersiap utk menyerang. Situasinya tdk biasa.

Dunia ini penuh kegelapan, baik zaman dulu maupun skrg krna iblis dan kerajaannya menguasai dunia ini. Yg terjd pd zaman Salomo adalah Tuhan sdg bersiap utk mewujudkan nubuatan yg Dia sampaikan pd Adam, Hawa dan ular bhw keturunan Adam dan Hawa akan menginjak ‘kepala ular’. Nubuatan ini digenapi saat Yesus mengalahkan iblis dan maut dg kematian-Nya. Sblm itu Yesus hrs lahir ke dunia, dan garis keturunan Daudlah yg terpilih utk kemudian menjd garis nenek moyang Yesus scra jasmani.

Jd spt sebuah negara yg siap utk menyerang negara lain, Tuhan akan berdiam di dlm kegelapan yg pekat, terang Tuhan akan mengusir kegelapan yg ada. Tdk heran iblis berusaha membuat keturunan Daud jatuh dlm dosa dan menjauhi Tuhan, spya yg dinubuatkan Tuhan itu tdk terjd. Tp rencana Tuhan tdk pernah gagal.

Segelap apakah keadaan hidup kita, persilahkan Tuhan utk berdiam di dlmnya, tentu kita tdk boleh pasif, hrs hidup dlm kekudusan, kebenaran dan menjaga diri dr yg jahat. Tuhan akan mengusir kegelapan dr hidup kita. Daud mengerti betapa pentingnya kehadiran Tuhan di tengah bangsa Israel, dia ingin Tuhan selalu memberikan keamanan, kesejahteraan, kemenangan, dsbnya, caranya adalah dg menghormati Tuhan dg seharusnya. Org yg tdk menghormati Tuhan tdk mgkin tunduk pd Tuhan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.