Salah Mendidik

DI 11052018

Kejadian 25:28

  • Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Punya anak kembar mgkin sebuah kebahagiaan tersendiri, namun apakah kembar atau tdk, anak-anak hrs dididik dg benar.

Sulit bagi orgtua utk mengasihi scra adil terhadap anak-anaknya, pasti ada yg lebih dikasihi drpd yg lainnya, bkn berarti yg lain dibenci, tetapi si anak kesayangan bs ‘mengambil hati’ orgtuanya, mgkin krna prestasinya, kedewasaannya atau paras fisiknya yg baik.

Penyebab Ishak dan Ribka tdk adil dlm mengasihi anak kembar mrka krna perbedaan gaya hidup, Esau seorg ahli berburu, lebih bnyk waktunya di luar rumah, mgkin dianggap lebih ‘macho’ drpd Yakub, seorg yg tenang pembawaannya dan suka tinggal dlm tenda, jd sptnya Yakub pny sedikit sifat ‘anak mami’ shga Ribka lbh sayang padanya. Masing-masing pny anak kesayangan, inilah akar dr masalah yg terjd selanjutnya.

Ide mencuri berkat anak sulung yg seharusnya Esau trma, itu bkn dr Yakub, tapi Ribka, ibunyalah yg punya ide itu dan menyuruh Yakub menjalankan rencananya. Dlm hal ini Ribka bersalah, mengajar anaknya berbuat yg salah yaitu menipu ayahnya sndri. Terlepas dr penentuan Tuhan bhw bangsa Israel sbg keturunan Abraham ternyata dr garis keturunan Yakub, bkn Esau, tp yg Ribka perbuat sbg orgtua tentu tdk patut ditiru.

Sayangilah anak-anak jgn terlalu terlihat berbeda jauh, tiap anak pny karakter yg berbeda, memperlakukan mrka sesuai usia pasti akan menimbulkan kecemburuan di antara anak-anak. Perlu penjelasan dan pendekatan dr hati ke hati utk menjelaskannya pd mrka. Perlakuan terhadap masing-masing anak jgn sampai membuat orgtua ‘terpecah’. Usahakan tdk ada beda pandangan di antara ayah dan ibu dlm mendidik anak, didiklah dlm disiplin dan kasih yg seimbang. Tanamkan nilai-nilai hidup yg Kristiani, bentuk katakter mrka sejak dini, berikan teladan yg baik dan jgn terlihat tdk harmonis di hadapan mrka. Jgn lupa bangun kerohanian mrka dr kecil.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.