DI 22062018
Ulangan 20:8
- Lagi para pengatur pasukan itu harus berbicara kepada tentara demikian: Siapa takut dan lemah hati? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar seperti hatinya.
Dlm peperangan yg menjd fokus bersama adalah bgmna mencapai kemenangan, tdk menjd pihak yg kalah, sehebat apapun musuh yg ada, tetap berjuang utk menang. Artinya semua hrs berpikir ttg kemenangan, bukan kekalahan.
Tdk semua org punya mental pemenang, ada jg yg pny karakter pesimis, blm berusaha sdh berpikir pasti gagal, blm berperang tp merasa sdh kalah. Dlm ayat ini mrka yg takut dan tawar hati diminta utk pulang saja ke rumah, drpd nantinya bcra sembarangan dan ‘menularkan’ ketakutan dan tawar hatinya pd tentara lainnya. Ini pernah terjd ketika 12 pengintai kembali memberi laporan ttg tanah perjanjian, 10 org menceritakan hal yg mengecilkan hati dan seluruh bangsa Israel terpengaruh (Bilangan 13).
Mengerikan bahwa ketakutan dan tawar hati itu bs ditularkan pd kelompok org yg ada di dlmnya, itulah dampak dahsyat dr perkataan yg diucapkan, perkataan bs mengubah keadaan, bs jg mempengaruhi jalan pikiran org yg mendengarnya, apalg disertai dg ekspresi yg dibuat-buat scra berlebihan. Dlm sebuah team, hrs sehati dan satu pikiran, tdk boleh ada pikiran lain selain menjd sesuai tujuan yg telah disepakati.
Hati-hati dg apa yg kita ucapkan, sangat mgkin org lain terpengaruh, apalg jika kita adalah org yg dihormati dan disegani. Jgn tularkan perasaan yg negatif, tp justru hrs menularkan semangat, kegembiraan dan sukacita di dlm Tuhan. Buang keraguan, ketakutan dan tawar hati, itu semua menjd hambatan kita utk maju dan berdampak bagi lingkungan. Jgn pesimis tp optimis krna ada penyertaan Tuhan di dlm hidup kita. Kalau Tuhan sdh menyertai kita sampai hari ini, Dia pasti sertai kita sampai akhir. Tuhan tdk setengah-setengah dlm bekerja, dan Dia tdk pernah gagal. Berjuanglah sampai menang