DI 23062018
1 Yohanes 3:17 KJV
But whoso hath this world’s good, and seeth his brother have need, and shutteth up his bowels of compassion from him, how dwelleth the love of God in him?
- Tetapi siapa yang memiliki yang baik dari dunia ini, dan melihat saudaranya mempunyai kebutuhan, dan menutup perasaan iba dan kasihan dari dia, bagaimana kasih Tuhan berdiam dalam dia?
Tdk cukup menjaga kasih Tuhan menetap dlm hati kita hanya dg mengasihi Tuhan saja: berdoa, beribadah, hidup kudus, dsbnya. Ternyata dlm ayat ini kita jg diperingatkan bhw mengasihi itu jg diperhadapkan dg kebutuhan sesama kita.
Minggu lalu saya mengalami sakit yg cukup mengganggu, badan saya lemas dan sulit bcra. Saya menulis sebuah status di media sosial yg saya gunakan dan bbrpa teman dg tulus hati dtg membesuk dg membw apa yg memang jd kebutuhan saya. Itulah praktek kasih, tdk mengabaikan kebutuhan org lain yg dpt kita tolong utk dipenuhi.
Cukupkah dg hanya mengucapkan ‘GWS atau get well soon’? Bukannya menghakimi, kadang cuma basa basi saja, apakah dilanjuti dg mendoakan org yg sedang butuh itu? Blm tentu, biasanya kita berpikir cukup ucapkan dan selesai. Kasih itu hrs bisa dilihat tindakan kasihnya dan dirasakan dampak dr tindakan kasih itu. Kecuali memang ada di lokasi yg jauh atau ada hambatan lainnya, tentu bs dimaklumi.
Jika kita memiliki yg baik dr dunia ini : harta, fasilitas, jabatan, dsbnya yg bs menolong org yg sdg dlm kebutuhan, bantulah sesuai kapasitas yg kita dpt lakukan. Berdiam tapi sdh tahu, itu jahat di mata Tuhan, akibatnya adalah kasih Tuhan tdk lg menetap dlm diri kita. Kalau kita kehilangan kasih Tuhan, kita hidup dlm ketdk seimbangan, kita kadang terlihat baik, kadang terlihat jahat. Kadang ramah, kadang kejam. Kalau tdk ada kasih Tuhan dlm kita, bgmna kita bs bersaksi ttg Tuhan? Org lain tdk melihat Tuhan melalui hidup kita.
Jgn pandang sesama kita sbg sebuah beban, suatu saat mgkin dia yg akan menolong kita