Kesombongan Pemimpin

DI 29062018

2 Tawarikh 12:1 KJV
And it came to pass, when Rehoboam had established the kingdom, and had strengthened himself, he forsook the law of the LORD, and all Israel with him.

  • Dan terjadilah, ketika Rehabeam telah mengokohkan kerajaan, dan memperkuat dirinya sendiri, dia mengabaikan hukum Tuhan, dan seluruh Israel bersama dia.

Ketika seseorg memegang kekuasaan dan mendpt dukungan bnyk org, maka dia menilai dirinya sndri sbg seseorg yg memang pantas menjd pemimpin krna dia hebat. Rehabeam merasa didukung rakyat dan kerajaannya kokoh, segala sesuatunya baik, dia memilih meninggalkan dan mengabaikan hukum Tuhan.

Kita mgkin mirip spt Rehabeam, ketika kita sukses, memegang kuasa dan semua dlm keadaan baik, tanpa kita sadari kita mulai menciptakan aturan sndri dan tdk lg berpedoman pd Firman Tuhan.

Waktu susah, hr Minggu pasti ke gereja, sdh diberkati Tuhan malah hr Minggu jarang ke gereja. Waktu sakit berdoa minta Tuhan sembuhkan, sdh sembuh malah melakukan hal-hal yg sia-sia dan mendukakan hati Tuhan.

Kesombongan adalah kebanggaan yg super berlebihan. Menikmati hasil dr kerja keras tentu itu hak kita, namun jgn melupakan bhw Tuhan punya andil di dlmnya. Kesombongan membuat kita meninggikan diri setinggi-tingginya shga org lain terlihat tdk berarti apapun bagi kita. Sampai pd suatu saat kita berpikir bhw tanpa Tuhan kita jg bisa.

Ketika Tuhan melihat adanya kesombongan, maka Dia mulai menghakimi, mengubah situasi baik menjd tdk baik. Sampai suatu saat org itu sadar, menyesal dan bertobat serta merendahkan diri, murka-Nya menjd surut dan Dia kembali memulihkan semuanya. Kita hrs merendahkan diri setiap saat di hadapan Tuhan, memberikan posisi yg pantas bagi Tuhan, jgn menyangkali perbuatan-Nya dlm hidup kita. Tak ada org yg bs sukses hanya krna dirinya sndri.

Hukum Tuhan membw kesejahteraan, keamanan dan keberhasilan dlm hidup kita, jgn menyimpang dr itu, jgn kehilangan perkenanan Tuhan dlm hidup kita

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.