Nabi Yang Berbohong

DI 28062018

1 Raja-raja 13:18

  • Lalu jawabnya kepadanya: “Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.

Nabi jg manusia, artinya punya kekuatan dan kelemahan. Dlm kisah ini ada seorg nabi yg sdh tua sangat tertarik dg seorg nabi lain yg diperintah Tuhan utk menyampaikan pesan pd Raja Yerobeam, yg difirmankan Tuhan itu terjd. Spya si nabi muda ini mau mampir ke rumahnya, nabi tua ini berbohong mengatas namakan Tuhan.

Modus kejahatan rohani spt ini masih bnyk ditemui di zaman skrg, terutama mrka yg bergerak dlm profesi kenabian: oknum pendoa syafaat, pengkhotbah dg karunia bernubuat, dsbnya. Bkn berarti semua mrka melakukannya, tp oknum personal saja. Caranya dg mengatas namakan Tuhan, biasanya mrka bilang begini : “Saya dapat dari Tuhan ….” atau “Tuhan bicara pada saya ….” padahal Tuhan tdk menyuruh mrka menyampaikan pesan apapun. Persis spt kisah nabi dlm ayat ini, merekayasa demi kepentingan dan keuntungan pribadi.

Uang dan kehormatan serta ketenaran menjd faktor pendorong oknum spt itu melakukan kebohongan. Mgkin awal mrka melayani memang tulus, melayani dg hati dan tdk mengharapkan pemberian apapun, namun sedikit demi sedikit mrka akhirnya menikmati fasilitas dan kenyamanan yg diberikan. Org dg karunia kenabian memang akan berakibat dia dikenal bnyk org krna org menganggap mrka sbg org yg dekat Tuhan, bs tahu masa lalu dan yg sdg terjd, bahkan nubuatannyapun tepat. Karunia dr Tuhan tdk boleh dipakai sembarangan apalg dijadikan alat pencari uang dan ketenaran. Hukuman Tuhan sdh menanti mrka.

Kesalahan kedua nabi tua ini adalah membuat nabi muda itu melanggar perintah Tuhan, yg berakhir dg kematiannya. Kalau seseorg sdh berkomitmen taat pd perintah Tuhan, jgn kita simpangkan dg berkata bohong mengatas namakan Tuhan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.