DI 25072018
Ulangan 21:20-21
dan harus berkata kepada para tua-tua kotanya: Anak kami ini degil dan membangkang, ia tidak mau mendengarkan perkataan kami, ia seorang pelahap dan peminum.
- Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut.”
Hukum Taurat memang tegas, bahkan ttg seorg anak yg tdk mau dididik orgtuanya, maka humuman rajam batu hingga mati diberlakukan. Di sinilah kita tahu bhw Tuhan sangat peduli pentingnya mendidik anak, jika gagal maka mati sbg hukuman bagi anak itu.
Kita adalah anak-anak Tuhan, Tuhan menjd ‘orgtua’ yg mendidik kita. Dlm mendidik tentu saja ada tahapan sblum hukuman final diberlakukan. Biasanya dimulai dg teguran lisan diberikan, tdk diindahkan jg maka teguran disertai dg hajaran (hukuman fisik) sbg bentuk disiplin. Bila gagal jg maka dilakukan disiplin berulang-ulang hingga akhirnya bila si anak tdk mau taat pd didikan orgtuanya, hukuman fisik dan moral diberlakukan. Salah satu cara Tuhan mendidik kita adalah dg membuat apa yg kita kerjakan menjd gagal dan tdk menghasilkan, menjd sia-sia. Kalau kutuk itu sifatnya menetap, hajaran Tuhan sifatnya sementara, jika kita sadar dan bertobat maka kegagalan itu Tuhan angkat dr hidup kita.
Biasanya org yg dididik scra keras oleh Tuhan adalah mrka yg susah utk diatur hidupnya oleh Tuhan. Maunya pakai jalan pikiran dan kekuatan sndri. Merasa tdk butuh Tuhan dan bs tanpa Tuhan. Ditegur Tuhan tp diabaikan, shga tak ada cara lain, digunakanlah cara teguran scra fisik dan moral, dibuat keadaannya merosot dan malu, dan pd akhirnya diharapkan adanya penyesalan yg dilanjuti dg pertobatan. Tujuan didikan Tuhan selalu pertobatan dan pemulihan. Krna Tuhan sangat menyayangi semua anak-Nya, Dia tdk ingin masa depan kita hancur dan binasa. Kalau didikan-Nya berhasil atas kita tentu nama Tuhan dipermuliakan.