Siapa Andalan Kita?

DI 08082018

Yeremia 17:5 KJV
Thus saith the LORD; Cursed be the man that trusteth in man, and maketh flesh his arm, and whose heart departeth from the LORD.

  • Demikianlah firman Tuhan: “Menjadi terkutuk orang yang percaya dalam manusia, dan membuat lengannya daging, dan hatinya berbelok dari TUHAN.

Dlm ayat ini ada 3 hal yg membuat manusia bs mengalami kutuk akibat perbuatannya, mari kita pelajari:

Pertama, karena percaya pada manusia. ‘Trust’ adalah mempercayai org atau sesuatu secara utuh, melibatkan keseluruhan yg dimiliki oleh org yg dipercayai. Mempercayai manusia berarti meragukan Tuhan, menempatkan kehebatan manusia di atas kemampuan Tuhan. Jelas bhw ini sebuah penghinaan pd Tuhan. Kita hrs paham bhw Tuhan bs pakai manusia utk menolong kita, tp kita tdk boleh menyanjung kehebatan manusia di luar batas kewajaran.

Kedua, karena menjadikan lengannya daging. Kata daging dlm bhsa aslinya adalah ‘bâśâr’ yg salah satu artinya adalah manusia melawan Tuhan. Kutuk akan menimpa org yg melawan Tuhan, tdk tunduk pd otoritas Tuhan. Org yg tdk mau percaya bhw Yesus itu Tuhan termasuk golongan ini. Org Kristen yg tdk meminta pertolongan pd Tuhan, yg senang melanggar larangan Tuhan, jg masuk dlm kategori ini. Org yg berpikir bs melakukan apapun tanpa Tuhan, akan mengalami kutuk dlm hidupnya.

Ketiga, karena hatinya membelok dr Tuhan. Di sini mrka yg awalnya percaya pd Tuhan, namun kecewa krna apa yg mrka alami dlm hidup, tergoda oleh hal-hal duniawi, merasa tdk dikasihi Tuhan, kepahitan dg org Kristen lainnya, dsbnya, sehingga mulai tdk lg suka dg keKristenan, hati mrka mulai membelok dr Tuhan, seumpama org yg ingin pergi ke suatu tempat, namun dibatalkan oleh suatu sebab, membelokkan arah perjalanannya. Luka batin hrs diobati dan dipulihkan, jgn dibiarkan merusak hati dan iman.

Mari periksa ketiga hal di atas. Apakah kita mulai ‘hambar’ hubungan kita dg Tuhan? Apakah kita kurang sabar dg Tuhan shga mengandalkan org lain?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.