Dampak Iman

DI 09082018

Matius 9:21 KJV
For she said within herself, If I may but touch his garment, I shall be whole.

  • Karena perempuan itu berkata di dalam dirinya, jika aku boleh tapi menjamah jubah-Nya, aku akan menjadi murni/tahir.

Istilah yg mgkin paling tepat yg dialami oleh perempuan yg sakit pendarahan selama 12 tahun bkn sekedar dia menjd sembuh, tp dia menjd tahir kembali, pendarahan bagi seorg wanita membuat kondisi dirinya menjd najis mnrut hukum Taurat.

Bnyk org yg salah paham dlm hal mengimani, sehingga apa yg dia ‘imani’ tdk menjd kenyataan. Salahnya di mana?

Kita lihat perempuan dlm kisah ini, bgmna dia mengimani sesuatu dan terjd nyata krna Tuhan jg menyetujuinya. Iman perempuan ini terarah pd pribadi Yesus, pribadi yg dia yakini memiliki kuasa utk menyembuhkan sakit penyakit. Jd fokus iman itu hrs pd percaya pd Tuhan dg segala apa yg ada dlm diri-Nya. Ini cara mengimani yg benar. Lalu bgmna caranya utk bs disembuhkan? Perempuan ini hanya punya kesempatan sedikit saja, yg dia bs lakukan hanyalah menyentuh jumbai jubah Yesus, tdk mgkin bertemu dan memohon, ini krna dia sdg najis, siapapun tdk akan mau mendekati dia. Pertemuan dg Yesus wkt itu secara fisik, jd perempuan ini cm punya pilihan menjamah jumbai jubah Yesus, kalau dia menyentuh Yesus, mnrut hukum Taurat siapa yg kena sesuatu yg najis maka dia menjd najis.

Bnyk org justru terbalik, mengimani bkn pd kuasa Tuhan, tp mengimani tindakan yg dia buat sndri. Contoh: kalau saya doa puasa 7 hari pasti saya sembuh dr sakit, fokusnya bkn pd Tuhan tp pd puasa 7 harinya. Setelah lewat 7 hari malah tdk sembuh penyakitnya. Beda dg jika Tuhan yg menyuruh puasa 7 hari, pasti sembuh. Iman yg keliru justru membuat iman kita mengecil hingga akhirnya lumpuh iman kita.

Kita umpamakan iman itu visi, maka perlu suatu misi utk membuat visi itu terwujud. Iman perlu tindakan, tp bkn sembarang tindakan, apalg membuat persyaratan sndri, memangnya kita bs atur-atur Tuhan?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.