Seri Pelajaran Berkat : Murah Hati (Bagian 5)

Bagian 5 : Murah Hati

Mattityahu 5:7 OJB
Ashrey are the merciful, for they will be shown rachamim (mercy).

Matius 5:7 NKJV
Blessed are the merciful, For they shall obtain mercy.

Diberkatilah mereka yang murah hati karena mereka akan memperoleh kemurahan hati

Apa itu kemurahan hati? Asal kata Ibraninya adalah ‘rachamim’ yang bermakna kasih seorang ibu (rehem=rahim ibu). Sedangkan kata Yunaninya adalah ‘eleemones’ yang bermakna belas kasih dan kasih sayang.

Setiap kita lahir dari rahim ibu kita, kecuali Adam dan Hawa. Begitu kita dilahirkan maka kita disayangi oleh ibu kita, padahal kita belum berbuat baik terhadap ibu kita. Tapi koq bisa disayang? Karena kita adalah anak ibu kita, darah ibu ada dalam darah kita, dilahirkan dengan taruhan nyawa. Zaman dulu belum ada bedah caesar, semua ibu berjuang ketika melahirkan anaknya.

Belum berjasa tapi disayang, itulah murah hati, mengasihi bukan karena ‘balas jasa’ tapi karena ‘menabur kasih’. Seperti dalam ayat ini:

Matius 5:46
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Wujud dari murah hati/mercy bisa dalam beberapa wujud yaitu:

1. Khesed – kasih berdasarkan ikatan perjanjian karena sebuah hubungan

2. Khen – kasih karunia, mengasihi dengan cuma-cuma, tanpa berharap balasan

3. ‘Anawa – seperti hakim yang tidak menuntut sepenuhnya

4. Agathos – baik hati, tidak berniat jahat

5. Ratson – berkenan, memberi perkenanan walaupun kurang memenuhi standart

6. Haplotes – suka memberi dan tidak pelit

7. Epikeia – ramah terhadap orang lain

Orang yang murah hati tidak menuntut orang lain untuk sempurna, tidak memasang standart apapun terhadap orang lain, tidak hitung-hitungan seberapa baiknya orang lain terhadap dirinya, tidak menahan diri untuk memberi dan ramah, suka berteman, bukan mencari musuh.

Kasih seorang ibu kita banyak dapati dalam Alkitab, ada satu kisah yang sangat jelas menggambarkan betapa kasih ibu itu sangat besar:

1 Raja-raja 3:16-27
Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
Kata perempuan yang satu: “Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.
Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.
Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.
Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.
Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan.”
Kata perempuan yang lain itu: “Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati.” Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: “Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
Lalu berkatalah raja: “Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.”
Sesudah itu raja berkata: “Ambilkan aku pedang,” lalu dibawalah pedang ke depan raja.
Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.”
Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: “Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Tetapi yang lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!”
Tetapi raja menjawab, katanya: “Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya.”

Orang yang murah hati punya belas kasihan dan rela untuk melepaskan demi kebaikan, walaupun resikonya adalah dia tidak punya apa-apa lagi. Seperti ibu bayi yang hidup ini, lebih mementingkan hidup anaknya daripada mendapatkannya dalam keadaan mati.

Dari sisi manusia, tidak ada jaminan kebaikan kita akan terbalaskan, namun Tuhan pasti membalasnya, seperti janji dalam ayat ini bahwa kita akan memperoleh kemurahan hati ketika kita sudah menunjukkan kemurahan hati pada orang lain.

Tuhan Yesus Memberkati !!

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.