Tidak Dipuaskan

DI 04092018

Pengkhotbah 5:10 KJV
He that loveth silver shall not be satisfied with silver; nor he that loveth abundance with increase: this is also vanity.

  • Orang yang mencintai perak tidak akan dipuaskan oleh perak; maupun orang yang mencintai kelimpahan dengan peningkatannya, ini juga sia-sia.

Ada pendapat bhw dikatakan manusia tdk pernah puas dg apa yg dimilikinya, bahkan sekalipun memiliki seisi dunia ini, masih blm puas.

Bnyk hal yg menyebabkan seseorg menjd tdk puas: kecewa krna tdk sesuai spt yg diperkirakan, bosan dg situasi atau sesuatu, melihat org lain lebih dr kita, dsbnya. Bgmna ayat ini menjelaskannya.

Rumusannya ternyata krna mencintai sesuatu justru tdk dipuaskan oleh yg dicintai. Di atas kualitas perak ada emas yg nilainya lebih tinggi. Dlm dunia ini selalu saja ada yg ‘lebih’ dr yg terbaik yg kita punya. Mgkin mobil tetangga lebih mahal dan keluaran terbaru, mgkin bnyk wanita atau pria lain yg lebih tampan, cantik dan kaya drpd pasangan hidup kita, dsbnya. Tapi mengapa kita tdk dipuaskan oleh ‘perak’ kita sekalipun kita mencintainya? Krna ‘perak’ itu punya keterbatasan utk bs memuaskan kita.

Perak menggambarkan sesuatu yg berharga namun bkn yg terbaik. Mencintai perak berarti menaruh hati kita di atasnya, suasana hati kita dipengaruhi oleh apa yg terjd terhadap perak itu. Contohnya adalah seseorg yg sangat menyayangi bantal yg dia pakai sejak kecil, hingga dewasa tetap dipakai. Dia akan sedih bila bantalnya hilang atau disuruh utk membuangnya. Apa yg kita cintai mempengaruhi hati kita, namun bs jg justru membuat hidup kita menderita.

Kemudian org yg mencintai kelimpahan disertai peningkatannya, jg tidak dipuaskan. Selalu berpikir pasti bs diperbanyak, shga mencari uang sampai lupa menjaga kesehatan. Uang tdk bs memuaskan kita, artinya membw kita pd situasi di mana kita berhenti trs menumpuk kekayaan. Buat apa kekayaan yg berlimpah, tp di surga nanti kita ‘tidak kaya?’ Tuhan ingin kita pny harta di surga.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.