Saling Menundukkan Diri

DI 03092018

Efesus 5:21 KJV
Submitting yourselves one to another in the fear of God.

  • Tundukkanlah dirimu satu sama lain di dalam takut akan Tuhan.

Sebenarnya cukup aneh kalimat ini yaitu tundukkanlah dirimu satu sama lain, bknkah seseorg yg di posisi ‘bawah’ yg hrs menundukkan diri pd org yg posisinya ‘di atas’? Kalau saling menundukkan diri berarti apa yg dimaksudkan?

Tundukkan diri dlm bhsa aslinya adalah ‘hupotassō’ yg memiliki arti antara lain:

1. to arrange under, to subordinate, yaitu ada di bawah koordinasi seseorg utk mengatur/mengurus sesuatu, jd si B di bawah koordinasi si A, dan si B mengkoordinasi si C.

2. to subject, put in subjection yaitu meletakkan diri kita tunduk di bawah otoritas dan kepemimpinan pemimpin. Dengan sukarela dan mengerti mengapa hrs menundukkan diri.

3. to subject one’s self, obey, yaitu membuat org lain memahami mengapa hrs menundukkan diri dan taat terhadap pemegang otoritas, jd bkn menekan atau memaksa org lain tunduk pd kita, tp memberi pemahaman yg benar mengapa perlu menundukkan diri.

4. to submit to one’s control, yaitu menundukkan diri pada kendali dan pengawasan seseorg yg memegang otoritas di atas kita.

5. to yield to one’s admonition or advice, yaitu mengizinkan org lain memberi peringatan dan teguran atau nasehat. Tdk menutup diri dr kritikan dan peringatan, terbuka utk dinasehati saat berbuat sebuah kesalahan

6. to obey, be subject, yaitu taat dan menjd teladan dan pelajaran bagi org lain.

Posisi pemegang otoritas mgkin saja suatu saat berubah, siapapun dia, tunduklah ketika dia memegang otoritas di atas kita. Mgkin skrg kita menjd anggota atau staf, suatu saat kita dipercaya memegang otoriras, jgn arogan atau sombong, jadilah pemimpin yg baik hingga tugas kita selesai. Kalaupun nanti Tuhan pilih seseorg menggantikan kita, tetap lakukan penundukkan diri dan siap dikoordinir oleh org yg dulu kita pimpin. Berikan contoh dan teladan yg baik, tunduk dan taat.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.