Permintaan Yang Jahat

DI 19092018

1 Samuel 12:17

  • Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu.”

Tentu boleh mengajukan permohonan atau permintaan pd Tuhan, tp jgnlah minta yg jahat kpd Tuhan. Logikanya, beranikah kita minta yg jahat pd Tuhan?

Kisah ini ttg pamitnya Samuel sbg seorg nabi dan hakim pd zaman itu dr bangsa Israel, diadakanlah semacam evaluasi dan perhitungan, didapati Samuel ‘bersih’ dr sgla macam penyimpangan jabatan. Satu hal yg disinggung adalah permintaan bangsa Israel ttg seorg raja sbg pemimpin mrka. Apa yg jahat dr permintaan ini? Kita lihat latar blkgnya.

Pertama, sbnarnya Tuhan sndri memposisikan diri-Nya sbg ‘raja’ atas Israel (ay 12). Meminta seorg raja berarti meminta pengganti Tuhan utk berkuasa atas hidup mrka. Jelas ini sangat menista Tuhan.

Kedua, permintaan akan seorg raja ternyata dilatar blkgi ketakutan krna Nahas raja bani Amon dtg menyerang (ay 12). Ketakutan krna mrka ragu Samuel mampu memimpin mrka utk berperang melawan bani Amon. Keragu-raguan akan membw kita pd ketakutan dan kekuatiran shga kita tdk lg berpikir jernih dan mengikuti jln pikiran kita sndri.

Ketiga, mrka meminta raja krna ingin meniru bangsa lain di sekitar mrka (1 Samuel 8:5). Ingin menjd spt yg lain bs mendorong kita meminta pd Tuhan sesuatu yg sekedar ‘nafsu’, bkn sebuah kebutuhan. Tuhan sdh menentukan jenis pemerintahan atas Israel, tp bangsa Israel justru ingin mengganti sistem pemerintahan Tuhan dg meminta seorg raja memerintah atas mrka. Tuhan pny rencana atas setiap kita, jgn kita ganti dg rencana kita sndri. Akibatnya kita tdk pernah sampai pd situasi yg Tuhan inginkan terjd dlm hidup kita. Kita malah bs masuk dlm masalah demi masalah yg sbnarnya tdk perlu dtg dlm hidup kita.

Mintalah pd Tuhan apa yg sesuai dg kehendak-Nya, ikuti saja rencana-Nya

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.