DI 21092018
Ayub 40:6
- Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:
Mengapa hrs memakai badai, pdhal tanpa badaipun Tuhan bs bcra dg Ayub ttg apa yg Ayub dan ketiga temannya perdebatkan?
Pastinya kehadiran badai itu memunculkan rasa takut, ngeri dan gentar. Dahsyatnya badai bs menghancurkan apapun bahkan menimbullan korban jiwa manusia. Melalui badai, Tuhan ingatkan Ayub dan ketiga temannya utk tdk sembarangan berbicara ttg Tuhan, tdk boleh sembarangan menghakimi kondisi seseorg pasti krna dosa yg dilakukannya. Badai mengingatkan bhw Tuhan itu dahsyat dan kuat.
Kita jg mengenal istilah ‘badai kehidupan’ yg artinya suatu kondisi di mana terjd sesuatu yg besar, di luar kemampuan pengendalian kita dan sifatnya bs menghancurkan. Kita mengalami kengerian dan ketakutan, tdk berdaya dan pasrah sampai ‘badai’ itu reda dan lewat, berakhir. Tapi justru dlm kondisi spt itu, Tuhan berbicara pd kita ttg sesuatu yg sangat penting. Masalahnya adalah apakah kita bs mendengar suara Tuhan di saat kondisi ‘badai’ spt itu? Kita lebih mengarahkan telinga pd sesuatu yg mgkin bs membuat kita tenang, pdhal tdk. Perlu ketenangan agar kita bs berdoa dan mendengar suara Tuhan. Tenang saat badai terjd, inilah damai sejahtera dr Tuhan. Damai yg tdk bergantung pd perasaan dan kenyataan, tp damai yg memberi kita ketenangan saat badai hidup itu datang melanda.
Akui kesalahan jika kita memang salah mengatakan sesuatu ttg Tuhan. Jgn membantah tp rendahkanlah diri kita di hadapan-Nya. Belajar utk berani menanggung hukuman dr Tuhan, bertanggung jwb atas perkataan yg kita ucapkan. Bertobat dan akui di hadapan Tuhan. Tuhan kita Penyayang dan penuh kasih setia, Dia mengampuni dosa kita dan memulihkan kita kembali pd kekudusan yg Dia inginkan. Biarkan Tuhan membongkar kesalahan kita, itu bentuk dr keadilan dan kasih sayang Tuhan terhadap umat-Nya. Perkatakan apa yg benar mengenai Tuhan, bkn malah menghakimi layaknya Tuhan menghakimi.
Jgn salah bcra ttg Tuhan