Kehancuran itu Bagian Pemulihan

DI 14062014

Kejadian 9:1 NKJV
So God blessed Noah and his sons, and said to them: “Be fruitful and multiply, and fill the earth.

Kemudian Tuhan memberkati Nuh dan anak-anak lelakinya dan berkata kepada mereka: “Jadilah subur/berhasil dan berlipat ganda jumlahmu, dan penuhilah bumi.”

Kalau kita lihat sejarah manusia, memang semua adalah keturunan Adam dan Hawa, namun jg peristiwa air bah di zaman Nuh membuktikan bhw kita keturunan dr keluarga Nuh. Keturunan Adam yg lain binasa dlm peristiwa air bah. Firman yg sama yg diterima Adam, Tuhan berikan kembali pd keluarga Nuh. Ada pemulihan setelah kehancuran.

Rumah yg sdh sangat parah kerusakannya, akan diruntuhkan kemudian dibangun kembali. Ini lebih efisien drpd trs menerus memperbaiki bagian yg rusak. Diruntuhkan lalu dibangun kembali.

Pemulihan hidup seringkali diawali oleh sebuah kehancuran, makin merosot, makin ‘pusing’, dsbnya. Rasanya spt org yg ‘kena kutukan’, bingung salah apa, rasanya sdh hidup sesuai Firman Tuhan tp malah keadaan makin menurun. Tuhan ingin kita naik level, hrs ganti pondasi yg lebih kokoh.

Pondasi rumah 4 tingkat tdk mgkin bs dibangun gedung 30 lantai di atasnya. Ganti pondasi.

Tuhan tdk perlu ‘permisi’ utk membongkar pondasi lama kita, jika kita diberitahu, kita blm tentu mau, apalg diberitahu proses demi proses yg hrs dilalui, lebih tdk mau lg, krna itu biasanya semua lgsg bgtu saja Tuhan kerjakan, biar kita tdk mgkin ‘lari’.

Konflik keluarga, kegagalan, merosotnya finansial, dsbnya seringkali adalah ‘tanda’ tangan Tuhan sdg menjamah hidup kita, tergantung respon kita apakah ‘nurut’ atau berontak. Selama Tuhan pelihara hidup kita, kehancuran memang kita alami, namun akan ada masanya berakhir, hidup kita mulai ‘dibangun’ dan hasil akhirnya menjd hidup yg sukses dan berkemenangan.

Org spesial prosesnya jg spesial, nasibnya jg spesial. Tak ada anak Tuhan satupun yg luput dr proses pemulihan, mgkin kita sdg mengalaminya, sabar.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.