DI 16102018
Yosua 13:1
- Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki.
Rencana Tuhan utk mewujudkan perjanjian-Nya dg Abraham dan keturunannya yaitu seluruh daerah Kanaan menjd milik bangsa Israel ternyata membutuhkan bbrpa generasi, dimulai dr Musa yg memimpin bangsa Israel keluar dr Mesir, kemudian dilanjutkan Yosua yg memimpin mrka masuk Tanah Perjanjian, kemudian para hakim, hingga akhirnya tiba di zaman Daud dan Salomo.
Ini sehrsnya menjd acuan atau cerminan bagi kita, terutama yg dipercaya Tuhan menjd pemimpin, apakah dlm kelompok yg kecil hingga yg besar, tdk dpt sebuah visi besar diwujudkan hanya oleh seorg pemimpin saja. Musa digantikan oleh Yosua krna dia melanggar kekudusan Tuhan di akhir perjalanan menuju Kanaan, sdgkan Yosua hrs berhenti krna faktor usia yg sdh sangat lanjut. Para hakim silih berganti memimpin jg krna berbagai sebab, hingga akhirnya pd zaman Daud dan Salomo, semua bangsa dan kerajaan di sekeliling mrka tdk ada yg berani melawan. Tapi sayangnya Salomo jatuh dlm hal wanita dan penyembahan berhala, kerajaan Israel yg kuat hrs terbagi dua dan akhirnya menjd tawanan kerajaan Babel.
Utk mencapai perwujudan visi yg besar perlu ada regenerasi, jgn menganggap seorg diri mampu utk melakukannya. Tp bnyk pemimpin justru takut mempercayakan org lain utk melanjutkan perjuangan mewujudkan visi yg ada. Bahkan dlm dunia gerejapun, dikenal istilah ‘tahta dinasti’, kepemimpinan grja spt kerajaan, yg memimpin ya keluarga si hamba Tuhan, entah istri, anak atau menantu. Tentu saja bila kapasitas anggota keluarga si hamba Tuhan ini memang pantas, tentu tdk menjd masalah, asal jgn dasar pemikirannya adalah gereja itu sbg ‘aset keluarga’, grja spt perusahaan milik keluarga.
Yosua menggantikan Musa, ini regenerasi yg baik krna sekian lama Yosua mengabdi pd Musa. Bkn anak-anak Musa yg menggantikan ayahnya.