Perintah-Nya Tidak Berat

DI 15102018

1 Yohanes 5:3 KJV
For this is the love of God, that we keep his commandments: and his commandments are not grievous.

  • Karena inilah kasih Tuhan, bahwa kita memelihara perintah-perintah-Nya, dan perintah-perintah-Nya tidaklah memilukan.

Selalu ada baiknya utk membc ayat Firman Tuhan sedekat mgkin dg bhsa aslinya, krna terjemahan seringkali tdk mengartikan scra tepat. Sbg contoh dlm ayat ini, dlm terjemahan LAI dikatakan bhw perintah Tuhan itu tdk berat, dan seringkali dikhotbahkan bhw perintah Tuhan itu berat utk dilakukan pd realita kehidupan. Mana yg benar?

Kita coba bc pelan-pelan, tdk ada kata dlm ayat ini bhw perintah Tuhan itu tdk berat (utk dilakukan), jd kalau menghubungkan sembarang ayat dg ayat ini, artinya justru jd berbeda.

Kata ‘berat’ dlm bhsa aslinya adalah ‘barus’ yg artinya berat, penting, yg berpengaruh, menjd beban, memilukan. Dlm konteks ayat ini, kasih Tuhan digambarkan bekerja dlm hidup kita, terlihat saat kita memelihara perintah-perintah Tuhan. Memelihara dlm bhsa aslinya adalah ‘tēreō’ yg berarti mengawal, mengamati, menyimpan, mengalami. Jd sbnarnya yg dimaksud dlm ayat ini bknlah dlm hal melakukan perintah Tuhan, tp dlm hal memelihara perintah Tuhan dlm hidup kita.

Jika kita jabarkan pengertiannya, maka ayat ini menjd spt berikut:

Karena inilah kasih Tuhan, bahwa kita mengawal, mengamati, menyimpan, dan mengalami perintah-perintah-Nya, dan perintah-perintah-Nya tidak berat, tidak membebani dan tidak memilukan.

Pd kenyataannya tentu saja tdk mudah utk melakukan perintah Tuhan, Tuhan Yesus saja pernah bergumul di taman Getsemani memohon cawan penderitaan yg Dia hrs jalani berlalu dr hadapan-Nya, jd memang berat, tp bkn berarti tdk bs utk kita taati dan kita lakukan. Kadang butuh pengorbanan, butuh air mata, mengalami bnyk penderitaan, hrs disalah mengerti, hingga hrs kehilangan nyawa. Taat pd perintah Tuhan diawali dg bgmna kita memelihara perintah-Nya sesuai kehendak Tuhan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.