Kualitas Daud

DI 16112018

Mazmur 78:72 KJV
So he fed them according to the integrity of his heart; and guided them by the skilfulness of his hands.

  • Demikianlah dia menggembalakan mereka menurut integritas hatinya, dan menunjukkan jalan mereka dengan keterampilan tangannya

Daud semasa mudanya memang seorg gembala domba, ketika dia menjd raja atas Israel, dia tetap menggunakan metode penggembalaannya dlm memerintah rakyatnya.

Keadaan zaman ini justru bnyk yg terbalik, bnyk gembala gereja berubah menjd ‘raja’, shga grja berubah menjd ‘kerajaan kecil’ bagi si gembala grja, sungguh memprihatinkan.

Kata menggembalakan dlm ayat ini dlm bhsa aslinya adalah ‘râ‛âh’ yg artinya menggembalakan, membiarkan ternak merumput (to pasture), merawat, menjaga (to tend), menyediakan makanan (to feed). Arti selanjutnya jg menarik yaitu berpartner dengan (to associate with), menjd teman spesial (be a special friend). Jd Daud dlm memerintah sbg raja memperlakukan rakyatnya bkn sbg obyek kekuasaan, tp justru berpartner atau bersama rakyat membangun kerajaan Israel yg takut akan Tuhan dan besar. Dia menggembalakan dan tdk otoriter.

Dlm menggembalakan bangsa Israel, Daud memiliki 2 hal penting yaitu integritas hati dan keterampilan tangannya. Kata integritas dlm bhsa aslinya adalah ‘tôm’ yg artinya kelengkapan (completeness), kesempurnaan (fulness), ketulusan hati (simplicity), kemurnian (innocence). Sederhananya integritas itu adalah yg dlm hati sm dg yg dikatakan dan diperbuat. Kualitas hati seorg raja ternyata ada pd hati Daud, setelah melewati bnyk proses dlm hidupnya, Daud terbentuk menjd seorg yg pny integritas dlm dirinya. Menggembalakan perlu integritas, hati yg murni dan tulus.

Kata skillfulness dlm bhsa aslinya adalah ‘tâbûn tebûnâh tôbûnâh’ yg berarti pengertian (understanding), kecerdasan (intelligence), keahlian (skill). Menjd gembala dan pemimpin tdk boleh bodoh dan tdk memiliki pengertian dlm otak dan hatinya. Tulus dan cerdik spt yg Tuhan katakan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.