Masuk Pengadilan

DI 21062014

Roma 14:10 NKJV
But why do you judge your brother? Or why do you show contempt for your brother? For we shall all stand before the judgment seat of Christ.

Tapi mengapa kamu menghakimi saudaramu? Atau mengapa kamu menunjukkan penghinaan pada saudaramu? Karena kita akan semua berdiri di hadapan kursi penghakiman Kristus.

Ada 2 hal pasti yg akan dialami semua manusia, apapun agamanya, status sosialnya, dsbnya, yaitu kematian dan pengadilan Kristus. Dan yg menentukan kita akan ada di surga atau bukan itulah pengadilan Kristus.

Org-org di sekitar kita bknlah org yg sempurna, apakah itu fisiknya, status sosialnya, karakternya, dsbnya. Bgmna kita memperlakukan mrka? Di mata Tuhan, kita semua sama, manusia yg berdosa, tdk ada yg tdk pernah berbuat dosa. Jd kita blm tentu lebih baik dibandingkan org lain. Itulah sebabnya, kita tdk bs menghakimi org lain krna ternyata kita semuya hanyalah ‘terdakwa’ bkn ‘sang hakim’.

Berkomentar itu wajar, namun komentar yg mengarah pd sebuah perlakuan yg tdk sepantasnya, itulah menghakimi.

“Eh, lo tau kan si A, suaminya ketauan nyeleweng, pasti krna dia ngak bs ngelayanin suaminya dg baik, makanya nyeleweng deh tuh lakinya, orgnya males dandan sih, matre lg, makanya lakinya ngak betah di rumash ….” Padahal memang suaminya saja yg ‘hobinya’ nyeleweng, bkn salah isterinya.

Menghakimi sesama dan jg menghina sesama, itu semua akan jd bahan dakwaan Tuhan bagi kita. Menghakimi berarti kita berani menggantikan Tuhan sbg hakim, merasa pny hak utk menjatuhkan vonis atas sebuah kesalahan yg org lain perbuat, bahkan lewat perkataan, kita memprovokasi org bnyk utk berpikir dan bertindak ‘anarkis’ baik secara fisik jg kejiwaan.

Merasa diri lebih benar drpd org lain itu lebih dr sekedar sebuah kesombongan, itu sdh sebuah pembenaran diri sndri dg ‘menyatut’ (maaf) ayat-ayat Firman Tuhan. Dimanipulasi sedemikian rupa hingga kita terlihat pantas utk berkomentar dan menentukan nasib org lain.

Posted from WordPress for Android

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.