Tak Ada Manusia Yang Baik

DI 08012019

Markus 10:18 KJV
And Jesus said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God.

  • Dan Yesus berkata kepadanya: “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tak ada yang baik tapi satu, yaitu, Tuhan.”

Pernyataan ini sangat menusuk hati, apakah sampai tak ada 1 orgpun di dunia ini yg boleh dikatakan sbg org baik, sekalipun itu orgtua kita sndri? Namun dlm ayat ini dikatakan bhw hanya Tuhan saja yg baik, manusia tdk.

Kita pasti ingat bhw dlm sebuah perumpamaan ttg doa seorg pemungut cukai dan seorg Farisi (Lukas 18:10-14), mgkin bs menjelaskan pernyataan Yesus dlm ayat di atas. Org Farisi memang tdk melakukan perbuatan dosa, artinya org lain tdk melihatnya berbuat dosa, tp dosa bkn sekedar perbuatan yg kelihatan, tp apa yg ada dlm hati dan pikiran, niat berbuat dosa sajapun itu sdh dikategorikan dosa.

Contohnya sederhana: kita bs tahu sebuah pohon tdk selalu dr buahnya, tp dr ciri-ciri daunnya. Kita tahu itu pohon pepaya tdk perlu menunggu buahnya kelihatan, tp dr bentuk daunnya yg unik, kita bs bilang itu pohon pepaya. Jd dosa tdk cuma perbuatannya, ibarat pohon, perbuatan dosa itu buah pohonnya, tp dr ‘daunnya’ yaitu dr niat dlm hati & pikiran, itupun bagian dr dosa. Pantaslah bila Yesus berkata hanya Tuhan saja yg baik, tak ada manusia yg baik.

Yg lebih berbahaya justru dosa yg tdk kelihatan org lain, yaitu dlm hati dan pikiran. Kalau dosa yg kelihatan bs ditegur lalu bertobat, kalau yg dlm hati dan pikiran, siapa yg bs tegur krna tak ada manusia yg bs tahu isi hati dan pikiran org lainnya. Tp Tuhan tahu dan seringkali menegur kita lewat suara dr batin kita yaitu bagian hati yg plg dlm dan paling jujur. Rasa gelisah saat niat berbuat dosa itu muncul adalah bentuk teguran Tuhan pd kita, namun seringkali diabaikan krna kita memilih utk mengikuti kedagingan dan jln pikiran kita sndri. Apa yg kita anggap baik itu yg kita ikuti, pdhal penilaian kita ttg yg baik itu bs saja salah. Tp itulah sifat manusia

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.