Mudah Berubah

DI 21012019

Lukas 8:52-53
Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”

  • Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

Kita pasti pernah dtg melayat ke rumah duka atau rumah yg anggota keluarganya ada yg meninggal, tentu kita bersikap sopan dan turut menyatakan seperasaan dg keluarga yg ditinggalkan.

Dlm kisah ini, bnyk org sdg dtg melayat ke rumah Yairus, seorg kepala rumah ibadat yg anak perempuan tunggalnyanya baru saja meninggal di usia 12 tahun. Dari ayat yg kita baca, semua yg ada di situ terlihat menangis dan meratapi kematian anak perempuan ini. Wajar dan memang seharusnya berduka, itu etika kesopanan ketika ada yg mengalami kedukaan. Tp kemudian setelah Yesus berkata bhw si anak perempuan ini tdk mati tetapi hanya tidur, yg tadinya menangis lalu meratap-ratap berubah malah menertawai ucapan Yesus. Tangis berubah jd tawa, ini sedang berduka, bknkah ini menunjukkan bhw tangisan dan ratapan hanya sebuah ‘basa basi’ semata?

Kalaupun perkataan Yesus dianggap aneh, respon mrka jg tdk mestinya tertawa, mgkin bs marah, menegur Yesus, tp mengapa malah tertawa? Ini menunjukkan bhw mrka sbnarnya tdk benar-benar ikut berduka, hanya pura-pura berduka spya kelihatan menghormati keluarga yg sdg berduka.

Realita yg ada skrgpun terlihat demikian, kadang-kadang saat dtg saat kedukaan, terdengar tawa krna keseruan ngobrol bersama, memang kita tdk boleh berduka berlebihan, tp biarlah perasaan ikut berdukacita itu keluar dr hati kita yg tulus. Tetap jaga suasana sesuai tempat di mana kita berada. Ada keluarga yg memang sdh dewasa rohani, tdk larut dlm kedukaan berlebihan, sengaja menciptakan suasana kekeluargaan, namun kita tetap hrs bersikap baik dan jgn kelewat batas kesopanan yg berlaku di masyarakat umum. Kalau kita yg dlm posisi mengalami kedukaan, tentu bs lebih memahaminya.

Manusia mdh berubah, demikian jg dg emosi dan perasaannya, kendalikan diri

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.