Bergairah Pada Tuhan

DI 01022019

Kidung Agung 7:10

  • Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju

Ini adalah ungkapan gadis Sulam pd raja Salomo, menggambarkan situasi percintaan di antara mrka berdua yg sangat erat.

Kata gairah pd ayat di atas adalah ‘teshûqâh’ yg artinya kerinduan, hasrat. Kidung Agung dimasukkan menjd bagian dr Perjanjian Lama krna dinilai punya nilai sastra tinggi dan menggambarkan hubungan kita dg Tuhan itu layaknya sepasang kekasih yg saling mencintai. Salah satu tanda akhir zaman adalah kasih menjd dingin:

Matius 24:12 KJV
And because iniquity shall abound, the love of many shall wax cold.

Dan karena kesalahan akan berlimpah, kasih banyak orang akan bergerak menjadi dingin.

Jd sangat berbahaya sekali kalo cinta kehilangan gairah arau hasratnya, spt api di atas lilin yg memendek, ketika lilinnya habis, apinya ikut padam. Sekalipun pernikahan didasari oleh sama-sama saling mencintai, tp bgtu gairah tdk lg membara terhadap pasangan, mulailah terjd kesalahan di sana sini hingga akhirnya kasih sdh menjd dingin, beku, tdk ada lg kehangatan.

Bgmna kita dg Tuhan? Apakah masih bergairah sbg anak Tuhan? Apakah masih rindu selalu berkomunikasi dg Dia? Masihkah kita bersukacita saat menerima penyediaan Tuhan setiap harinya? Atau kita berpikir itu sdh kewajiban Tuhan utk memelihara hidup kita?

Knpa kita bs kehilangan gairah pd Tuhan? Apakah ada yg membuat kita tertarik lebih drpd Tuhan? Tuhan selalu ingin berkomunikasi dg kita bahkan sejak Adam dan Hawa jatuh dlm dosa, Tuhanlah yg berinisiatif menemui mrka. Gairah Tuhan tertuju pd kita, Dia selalu mengasihi dan merancangkan yg terbaik, menyediakan yg kita butuhkan. Jgn sampai kita memiliki ‘kekasih’ yg lain, artinya selain Tuhan, ada yg kita sayangi, sesuatu atau seseorg yg menjd ‘berhala’ bagi kita.

Bangun komunikasi yg penuh gairah dg Tuhan setiap hari, kalau mgkin ada kejenuhan, jgn diam, tp trslah berdoa dan memuji Dia. Jgn bergantung pd ‘mood’ kita, tetap dekat Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.