DI 02022019
Mazmur 26:8
- TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.
Gambaran ttg cinta kita pd Tuhan adalah dg mencintai rumah-Nya. Tentu suatu saat kita ingin bersama Dia di surga dlm kekekalan, namun selama kita di dunia ini, pengharapan akan berdiam di surga digambarkan dg mencintai Rumah Tuhan, dlm konteks zaman Daud itulah Kemah Pertemuan, dlm zaman ini adalah gereja.
Daud senang bertemu Tuhan di rumah-Nya, Tabut Perjanjian menjd perlambang kehadiran kemuliaan Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel. Daud senang menyaksikan kebesaran Tuhan, sangat bersukacita ketika datang ke rumah Tuhan. Nilai satu hari di pelataran Tuhan dianggap melebihi seribu hari di tempat lain. Bgmna dg kita?
Di zaman yg penuh dg kesibukan aktivitas, seringkali wkt khusus kita dg Tuhan menjd berkurang, Jarang berkomunikasi dg Tuhan membuat hubungan kita dg Tuhan menjd terganggu dan tdk berkualitas. Kita hrs memaksakan diri menyediakan wkt khusus dg Tuhan. Jgn lalai dg ibadah yg hrs kita tekuni, tetap membc dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, biasakan mengungkapkan isi hati di hadapan Tuhan. Kita butuh Tuhan setiap hari krna itu tetap terhubung dg Tuhan.
Masihkah kita bergairah ketika tiba wktnya utk beribadah pd Tuhan di hr Minggu? Masihkah kita dtg dg penuh kerinduan dan bersemangat ketika memuji dan menyembah Dia, saat kita mendengarkan Firman Tuhan lewat khotbah? Cinta kita pd Tuhan hrs kita evaluasi scra rutin dr hari ke hari, krna jika kita kehilangan cinta akan Tuhan, kita menjauh dr Tuhan. Jauh dr Tuhan berarti menjd sasaran empuk bagi iblis utk merusak hidup kita.
Cinta pd Tuhan jg berarti membenci apa yg Dia benci, tdk kompromi dg dosa, kelemahan dan godaan yg menyenangkan kedagingan kita. Menjd ‘satu selera’ dg Tuhan itu sangat penting, Tuhan menghargai org yg bs taat sepenuhnya akan Firman-Nya. Persembahan yg kita berikan tdk senilai dg ketaatan kita pd Dia, ucapan syukur kita itu korban yg berkenan.