Pakaian di Surga

DI 26022019

Wahyu 6:11

  • Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Bgmna keadaan hidup di surga adalah sebuah misteri, sebagian infilormasinya kita temukan dlm Alkitab, kali ini ttg pakaian di surga.

Dlm ayat ini, para martir yaitu mrka yg dibunuh krna Firman Tuhan dan krna kesaksian mrka ttg Yesus, sederhananya kita sebut saja mrka para martir krna Injil Kristus. Masa-masa awal gereja memang bnyk mengalami penganiayaan oleh krna pemberitaan Injil Kristus, sebagian dr mrka dibunuh krna beriman pd Kristus. Di surga mrka diberi sebuah pakaian jubah putih yg tentu saja melambangkan org-org kudus milik Tuhan. Dlm bagian lain dlm kitab Wahyu, ada jenis pakaian lain yg disebutkan yaitu kain lenan halus:

Wahyu 19:8
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Kain lenan halus ini dipakai oleh mempelai perempuan Kristus yaitu bangsa Israel. Kita para ‘Gentile’ bknlah mempelai perempuan Kristus krna jelas dinyatakan dlm Alkitab siapakah mempelai perempuan Kristus itu:

Wahyu 21:9-10
Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Tuhan.

Suatu saat kita yg namanya tercatat dlm Kitab Kehidupan akan masuk dlm kota Yerusalem Baru yg turun dr surga, Tuhan ada di tengah-tengah umat-Nya, dan semua hrs kudus adanya. Hiduplah kudus bagi Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.