Ganti Kepala

DI 04032019

Efesus 5:23

  • karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Seorg laki-laki dewasa dan seorg perempuan dewasa masuk dlm sebuah kehidupan pernikahan tentu butuh penyesuaian, dlm ayat ini kita temukan adanya terjd ‘penggantian’.

Bgtu seorg wanita masuk dlm pernikahan, suaminyalah yg menjd kepala baginya. Saya gunakan istilah ‘mengganti kepalanya’. Sblm menikah, seorg wanita di bwh pengawasan orgtuanya, ketika dewasa, dia sdh memiliki cara berpikir, cara pandang, dan gaya hidup. Dlm pernikahan, terjd ’pergantian kepala’, mulai menemukan perbedaan cara pikir, cara pandang serta gaya hidup dg suaminya. Di sinilah penyebab sering terjd adu mulut hingga cekcok krna istri merasa suami terlalu otoriter, terlalu memakai logika, kurang memahami perasaan wanita, dsbnya.

Tetapi ingat bhw rumusan suami menjd kepala bagi istri itu berasal dr Tuhan. Artinya memang itulah yg terbaik: istri hrs beradaptasi dg aturan Tuhan ini, hrs tunduk pd suami dan menyesuaikan semuanya dg yg dimiliki suaminya. Tunduk bkn asal tunduk saja, krna kepala dr suami adalah Kristus, spt Kristus adalah kepala bagi jemaat-Nya. Bila suami tunduk pd Kristus dan mengasihi isterinya, maka tak ada alasan bagi istri utk tdk tunduk pd suaminya. Tunduk bkn berarti diperbudak, tdk boleh berpendapat dan melakukan yg salah krna disuruh suami.

Tunduk berarti tdk tegar tengkuk, kepala bs diatur utk menunduk. Tunduk pd suami berarti tdk keras hati, keras kepala dan tdk mau dibimbing. Gambaran istri yg tdk tunduk pd suami bs terlihat dr tegar tengkuknya bangsa Israel terhadap Tuhan. Tuhan tdk otoriter tetapi tegas demi kebaikan bangsa Israel. Penundukkan diri adalah respon terhadap kasih, artinya suami hrs mengasihi istrinya spt Tuhan mengasihi jemaat-Nya.

Jika suami ternyata tdk mencontoh spt Tuhan mengasihi jemaat-Nya, apakah istri hrs tetap tunduk? Tdk, krna tunduk ada alasannya, spt ayat di atas, tetap doakan suami.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.