Kudus Karena Makanan

DI 15032019

Imamat 11:47

  • yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.”

Hukum Tuhan dlm hal kekudusan di zaman itu hrs dipahami dg benar, salah satu hal penting yg berkaitan dg kekudusan adalah dlm hal binatang yg boleh dimakan dan yg tdk boleh dimakan.

Tentu ada hubungannya dg status kesehatan tubuh manusia shga Tuhan melarang memakan daging bbrpa hewan yg disebut haram krna bs menajiskan org yg memakannya. Mnrut penelitian ilmiah kesehatan, terbukti bhw larangan Tuhan mengenai bbrpa hewan yg disebut haram dan najis itu bermanfaat bagi kualitas kesehatan tubuh jasmani manusia. Bbrpa jenis daging hewan dlm kategori ‘seafood’ misalnya, ternyata dlm dagingnya ditemukan bnyk kotoran dan dagingnya terpolusi oleh air di mana mrka hidup. Jd kita hrs bijak dlm menentukan daging apa yg sebaiknya kita komsumsi spya kesehatan tubuh kita terjaga dg baik.

Hukum ttg makanan haram ini bgmna diaplikasikan ke zaman skrg? Mengingat bhw kita sbg org Kristen tdk terikat dg hukum Taurat yg memang hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel dan mrka yg menjd penganut Yudaism, maka bkn berarti kita bebas mkn daging hewan yg diharamkan dlm hukum Taurat, tetapi bijaklah menentukan mknan yg bermanfaat baik utk tubuh kita, bkn yg justru mengundang penyakit timbul dr dlm tubuh kita. Patokannya bkn lg soal haram atau tdk, tp sehat atau tdk utk tubuh kita.

Ada positifnya utk mengikuti aturan Tuhan ttg hewan mana yg dagingnya boleh dimakan dan yg tdk boleh, faktor mknan sdkit bnyk berpengaruh pd kecerdasan otak manusia. Kita bs melihat org Israel yg memiliki tingkat kecerdasan yg tinggi krna mrka mengikuti hukum Tuhan ttg mknan. Jd bkn soal sekedar mengenyangkan perut atau memuaskan lidah menikmati mknan yg enak dan lezat, tp kita hrs mempertimbangkan efek baik atau buruknya apa yg terkandung dlm mknan yg kita santap bagi tubuh kita. Bnyknya polusi limbah industri maupun asap.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.