Orang Yang Merugikan

DI 12042019

1 Samuel 30:22

  • Kemudian mulailah berbicara semua orang jahat dan orang dursila di antara orang-orang, yang ikut pergi bersama-sama dengan Daud itu, katanya: “Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!”

Dlm bhsa aslinya, org jahat dan dursila adalah ‘ ra‛ râ‛âh’ yg artinya jahat (bad, evil) dan ‘belı̂ya‛al’ yg artinya tdk berharga (worthlessnes), tdk ada baiknya (good for nothing), tdk menguntungkan (unprofitable). Mrka ini mengikuti Daud membebaskan keluarga mrka yg ditawan oleh org Amalek.

Pernahkah kita berpikir knpa Daud mau menjd spt pemimpin bahkan layaknya ‘mentor’ bagi mrka, pdhal mrka itu org jahat dan tdk membw keuntungan? Tentu krna saat itu Daud lari dr kejaran raja Saul yg ingin membunuhnya, tp bergabung dg org-org jahat tentunya tdk bijak mnrut sudut pandang manusia. Yg dilakukan Daud merupakan gambaran dr apa yg Yesus lakukan semasa hidup di dunia yaitu mencari org berdosa dan menyelamatkannya.

Masuknya org yg jahat dlm sebuah kelompok tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Ada yg setuju krna berpikir bhw itulah kesempatan utk membw mrka mengenal Tuhan dan bertobat, tp ada jg yg berpikir bhw kedatangan mrka bs menimbulkan keonaran di dlm kelompok dan hanya membuat suasana menjd tdk nyaman. Coba bayangkan bila itu terjd pd kelompok kita, apakah itu dlm dunia kerja atau komsel, dsbnya, mana pilihan kita: menerima atau menolak mrka bergabung? Org yg bermasalah tentu bkn pilihan yg baik mnrut sudut pandang manusia, tp bgmna dg sudut pandang Tuhan? Pd akhirnya hati nurani dan pikiran yg jernih akan menolong kita memilih yg terbaik.

Tentu kita mengapresiasi plynan dr org-org yg mau menjangkau mrka yg tdk semua kalangan bs menerima kehadiran mrka spt org yg gila, preman, psk, pecandu narkoba, dsbnya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.