Sindiran Tuhan

DI 15042019

Lukas 4:27

  • Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Hal yg membuat saya penasaran adalah knpa justru Naaman, panglima raja Aram, org bkn Israel, justru yg kustanya disembuhkan Tuhan, sedangkan org-org Israel yg sakit kusta justru tdk ada yg disembuhkan satupun jg.

Tentu ini bkn kebetulan, tp ada maksud Tuhan di dlmnya. Jwban pastinya hanya Tuhan saja yg tahu, kita hanya bs menganslisa dr apa yg terjd ketika Yesus menyinggung ttg Naaman ketika Dia sdg ada di kampung halaman-Nya yaitu Nazaret.

Ada hal yg menarik dlm diri Naaman shga Tuhan menyertai dia, terlihat dlm ayat ini:

2 Raja-raja 5:1
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.

Tuhan yg memberi Naaman kemenangan, berarti dia disertai Tuhan. Ada kualitas yg Tuhan temukan dlm diri Naaman. Oleh Yesus, Naaman dijadikan contoh utk menyindir org-org di Nazaret bhw Naaman org bkn Israel memang tubuhnya kusta, tp mrka kustanya bkn di tubuh, tp di rohaninya. Kusta jasmani msh bs menjd tahir, tp kusta rohani sulit utk dipulihkan kecuali ada pertobatan yg sungguh.

Kampung halaman mestinya menjd tempat kita merasa nyaman, tp justru Yesus ditolak di kampung halaman-Nya sndri, sesuatu yg memilukan hati, apalg Yesus kemudian diusir keluar dr sana, dibw ke atas tebing kemudian ingin menjatuhkan-Nya. Yesus dianggap seorg nabi yg palsu, penghujat Tuhan dan menyindir mrka scra langsung. Memang tdk mudah utk menerima kebenaran ketika kebenaran itu mengusik prinsip yg selama ini kita percayai. Tdk semua org berani mengaku salah saat diperlihatkan apa yg benar. Kalau mengaku salah tentu akan malu, ditertawakan dan diejek. Gengsi seringkali menutup mata kita utk percaya pd kebenaran, sadari itu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.