Kualitas Mental

DI 16042019

Bilangan 13:33

  • Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Selain hikmat dan kemampuan/ketrampilan, kuat lemahnya mental menjd penentu dlm sebuah keberhasilan dlm semua hal, jika mental menjd lemah maka akan sangat mudah kalah dan mengalami kegagalan.

12 pengintai diutus Musa dan Harun utk melihat keadaan tanah Kanaan yg akan mrka masuki sesuai dg perjanjian Tuhan dg Abraham dan keturunannya. Mengenai hasil pengintaian tentu tdk ada yg berbeda, namun dlm hal mengenai org-org raksasa yg tinggal di sana, 10 org mentalnya jatuh tp 2 org pengintai mentalnya tetap kuat. Realita seringkali melemahkan mental utk berjuang, namun sbg org percaya, kita tdk selalu boleh bergantung pd realita, krna kita memiliki Tuhan.

Komentar-komentar yg melemahkan diri sndri dan membesarkan realita akan spt ‘membunuh diri sendiri’ perlahan-lahan. Mulai muncul rasa takut, kemudian menjd pesimis hingga akhirnya menyerah sblum bertindak. Pengalaman masa lalu blm tentu mampu mendongkrak mental yg sdh lemah dan jatuh, krna pikiran sdh dikuasai oleh ‘tdk mungkin’ dan ‘mustahil’.

1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Org yg mengasihi Tuhan seharusnya tdk perlu takut krna mengerti dlm hidupnya ada penyertaan Tuhan. Ketakutan adalah bukti kasih kita sdg mengalami gangguan serius. Krna itu jgn sampai kasih kita goyah oleh situasi yg sdg terjd, seolah-olah Tuhan tdk peduli dan tdk mengasihi kita. Itu tipuan dr rasa takut kita saja, itu bkn kebenaran. Tuhan bertindak pd waktu-Nya sesuai dg perhitungan dan ketepatan-Nya. Jgn putus asa dan membiarkan mental kita jatuh, tetap semangat dan berjuang, jgn kalah sblum bertanding hanya krna beratnya situasi yg sdg terjd. Miliki mental kuat.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.