Berani Jujur dan Tegas

DI 30042019

Lukas 20:46

  • “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,

Satu hal yg saya dpti dlm ayat ini adalah bhw Yesus itu jujur dan tegas, artinya ketika Dia berbicara ttg sesuatu, dikatakan apa adanya dan tegas.

Kalau kita hidup di zaman itu, beranikah kita langsung menyebut bhw kita sdg membicarakan para ahli Taurat, atau kita menyamarkan mrka dg menyebut sbg golongan pencinta Taurat dan pemimpin agama? Sebagian dr kita mgkin malah memakaikan inisial nama buat mrka: golongan itu tuh, AT (ahli Taurat). Tetapi Yesus tdk takut menyebut mrka tanpa disamarkan, itulah tegas dan jujur, bkn penakut dan ‘buram’.

Selama perkataan kita berdasarkan fakta yg sesungguhnya, ditopang dg bukti dan dasar yg kuat, berbicaralah tanpa rasa takut krna kita bkn sdg berbohong atau memfitnah org atau golongan lain. Tentu ada resikonya dan mgkin sebagian dr kita tdk setuju dg pemikiran spt itu. Hrs bijak dan jgn memancing masalah, ini pikiran sebagian org. Tp sadarkah kita bhw membiasakan diri berkata dg tdk jelas, itu akan menjd kebiasaan bahkan gaya hidup kita?

Kalau dg alasan menjaga perasaan org lain lalu pd akhirnya kita tdk berkata jujur dan tegas, bukankah integritas diri kita menjd taruhannya? Kejujuran memang kadang menyakitkan hati dan pikiran, tdk spt yg kita sangka, lalu apakah krna itu kita menghindari utk berkata apa adanya? Tdk mau dibohongi tp tdk siap menerima kejujuran yg setegas-tegasnya, aneh bkn? Krna itulah mengapa kita sering dibohongi, itu krna org lebih menjaga perasaan kita ketimbang berkata jujur pd kita.

Selama org lain bcra sesuai fakta dan dg alasan yg benar dan jujur, terimalah perkataannya dg lapang dada, kita tdk sdg dibohongi meskipun kejujuran itu membuat kita terkejut dan mgkin marah. Mau dibohongi atau diberitahu yg sbnarnya, tergantung kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.