DI 06052019
Bilangan 14:44
- Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan.
Bangsa Israel menyadari telah berdosa, tp malah membuat dosa yg baru yaitu maju berperang melawan Amalek dan Kanaan, pdhal Tuhan tdk menyertai mrka.
Setiap profesi pny ‘naluri’nya masing-masing, artinya ada perhitungan sndri kpn utk bertindak atau menahan diri, dsbnya. Kita mgkin mengenal istilah ‘strategi’, tp naluri lebih dipengaruhi oleh emosi dan kepercayaan diri yg dimiliki seseorg. Salah naluri berarti mengalami kekalahan, kegagalan, hal buruk hingga nyawa bs melayang sia-sia. Naluri itu manusiawi, tp kita sbg anak Tuhan tak bs mengandalkan naluri semata, kita butuh Tuhan.
Tabut Perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, sdgkan Musa adalah pemimpin pilihan Tuhan yg diurapi dan disertai Tuhan. Tanpa keduanya, bangsa Israel dlm kisah ini mencoba dan nekad naik ke atas gunung utk menyerang Amalek dan Kanaan, ternyata mrka kalah. Ini pelajaran buat kita, jgn pernah bertindak tanpa penyertaan Tuhan dan bkn krna janji Tuhan. Apa yg Tuhan janjikan pasti Dia berikan, namun waktu dan cara bgmna mendapatkannya, jgn memakai cara kita sndri, justru kita bs berbuat dosa dan dihukum Tuhan pd akhirnya.
Keadaan yg terjepit bs membuat seseorg lebih mengikuti nalurinya drpd tenang lalu menyusun strategi dan minta perkenanan Tuhan. Naluri tdk selalu tepat, terkadang naluri justru membuat keadaan semakin mencekam. Jgn nekad lakukan yg Tuhan tdk katakan, jgn jg melanggar larangan-Nya. Hidup kita bkn barang mainan, hidup hanya sekali, usahakan yg terbaik utk hidup kita, sayangi hidup kita. Terkadang sesuatu hanya tergantung masalah wkt yg tepat saja, kita sering tdk sabar dan mengikuti naluri semata. Tdk selalu naluri kita itu salah, tp ujilah dg logika dan pikiran yg tenang. Untung rugi, baik buruknya, hrs dipertimbangkan jg, spya resiko yg kita ambil itu minimal.