Seandainya Tidak Menjadi

DI 07052019

1 Samuel 31:6

  • Jadi Saul, ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati pada hari itu.

Kalau kita mengingat kembali asal mula Saul menjd raja, mgkin kita berpikir ini salahnya org Israel, krna sbnarnya Tuhan tdk memakai sistem kerajaan pd awalnya utk bangsa Israel, tdk perlu ada seorg raja yg memerintah, tp mrka mendesak Tuhan.

Kita mgkin menimpakan semua kesalahan pd Saul, memang stlah menjd raja pertama di Israel, Saul bnyk berbuat dosa terhadap Tuhan,. itupun sebagian krna tekanan rakyat yg mengancam meninggalkan Saul. Tp bgmna jika Saul tetap menjd rakyat biasa pd wkt itu? Mgkin hidupnya tdk berakhir dg tragis spt yg kita baca.

Org yg menjabat sebuah profesi atau jabatan, memang pny tanggung jwb besar yg hrs dia pikul, Memang kelihatannya enak jd penguasa, tp kita tdk tahu persis beban mental yg ditanggung, rasa takut kehilangan posisi, diserang dr segala arah dg berbagai macam cara, tekanan dr masyarakat, dsbnya. Inilah yg kadang mendorong mrka utk melakukan apapun spya mrka tetap pd posisinya, bahkan terkadang melanggar aturan utk itu.

Saul takut kehilangan kedudukannya sbg raja, shga dia berusaha membunuh Daud yg diketahui telah diurapi sbg raja utk menggantikannya. Saul melanggar aturan krna takut kehilangan dukungan dr rakyat, hingga membuat Samuel marah dan Tuhan undur dr padanya. Bgmna dg kita? Apakah posisi atau profesi kita saat ini kita pandang sbg sebuah kepercayaan dr Tuhan atau sesuatu yg hrs kita pertahankan? Daud menilai kedudukannya sbg raja adalah kepercayaan dr Tuhan, dia tdk berusaha mempertahankannya, saat anaknya yaitu Absalom memberontak, Daud memilih meninggalkan istana dan menyerahkan semuanya pd Tuhan. Absalom akhirnya mati dan Daud tetap menjd raja. Inilah bedanya Saul dg Daud, walaupun keduanya adalah dipilih Tuhan, tp kualitas diri akan membedakan satu sama lain.

Jalani profesi kita dg penuh tanggung jwb, jgn kecewakan Tuhan dan mrka yg percaya pd kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.