Persembahan dan Hati

DI 13052019

Keluaran 25:2 KJV
Speak unto the children of Israel, that they bring me an offering: of every man that giveth it willingly with his heart ye shall take my offering.

  • Berbicaralah pada anak-anak Israel bahwa mereka membawakan-Ku sebuah persembahan, dari setiap orang yang memberikannya secara sukarela dengan hatinya, kamu akan mengumpulkan persembahan-Ku.

Ternyata ada kaitan antara hati kita dg persembahan yg kita berikan utk Tuhan, memberi persembahan hrs dg hati yang sukarela, artinya tdk terpaksa, tdk ada motif yg tersembunyi yg menguntungkan diri kita.

Mgkin kita pernah melihat dlm laporan keuangan saat ada program tertentu, misalnya baksos di panti jompo, ada penyumbang yg menulis namanya dg inisial ‘hamba Tuhan’ atau ada yg tdk mau namanya ditulis, shga ditulis dg ‘NN’ alias ‘no name’. Ini dg alasan tdk perlu diketahui org lain bhw dia telah memberi, yg penting sumbangannya sampai pd pihak yg membutuhkan. Tentu ini hal yg baik krna memang ketika kita memberi, apakah itu persembahan pd Tuhan atau sumbangan utk menolong sesama, bkn utk dipamerkan siapa dan jumlah pemberian atau persembahannya. Namun tentunya Tuhan melihat hati kita.

Setiap kali diadakan ibadah, tentu gereja memberi kesempatan utk jemaat memberi persembahan utk Tuhan, zaman skrg tentu dlm bentuk uang. Apakah kita mempersembahkannya dg hati yg rela dan bersukacita? Atau yah krna memang sdh rutin, jd memang sengaja kita siapkan, tp hati kita rasanya biasa saja, tdk menghargai moment kesempatan utk memberi persembahan.

Tuhan tdk butuh uang kita, tp Dia melihat hati kita saat kita memberi persembahan. Dlm ayat ini bahkan Tuhan menginginkan bhw org Israel dg sukarela memberi persembahan utk kebutuhan membangun Bait Suci dan perlengkapannya. Jd bkn sekedar persembahannya, tp jg hatinya. Kualitas persembahan bkn dr sisi jumlahnya, tp mengerti atau tdk mengapa kita memberi persembahan, kemudian apakah dilakukan dg hati yg rela? Tuhan menilai persembahan kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.