Terserah Tuhan

DI 15082019

Matius 20:15 KJV
Is it not lawful for me to do what I will with mine own? Is thine eye evil, because I am good?

  • Apakah tidak sah bagiku untuk berbuat apa yang kuinginkan dengan milikku sendiri? Apakah matamu jahat karena aku baik?

Ucapan ini ada dlm perumpamaan org yg bekerja di kebun anggur, ada 4 jam kerja yg berbeda tp upahnya sama. Org yg bekerja lebih lama protes dg upah yg sama dg yg baru masuk kerja 1 jam. Tuannya dianggap tdk adil.

Scra manusia itu wajar, tp masalahnya sdh terjd kesepakatan mengenai jumlah upah yg diterima dg masing-masing pekerja. Sang pemilik kebun anggur tdk melanggar isi perjanjian, tp itu dianggap tdk adil. Kalau kita renungkan, mengapa pembagian upah diberikan dulu pd yg terakhir masuk kerja, bkn yg pertama masuk kerja? Kalau yg pertama diberi duluan, bknkah mgkin dia pergi dan tdk tahu upah teman-temannya sesama pekerja?

Keadilan Tuhan beda dg keadilan manusia. Tuhan sdh berlaku adil, yg bekerja masing-masing menerima upahnya, persepakatan tdk dilanggar. Tp itu dianggap tdk adil krna jam kerjanya tdk sama. Yg ingin Tuhan sampaikan lewat perumpamaan ini adalah Dia pny kedaulatan, tdk bs diprotes manusia, Dia berdaulat tetapi Dia tetap genapi janji-Nya. Terserah Tuhan mau memberkati setiap org dg berkatnya masing-masing, tp bknkah setiap org diberi berkat? Si A mgkin konglomerat tp kena penyakit parah, sdgkan si B org sederhana tp sehat, ini adil, krna si konglomerat pny uang utk berobat dan sehat kembali, sdgkan org yg sederhana itu tdk mengeluarkan uang utk sehat, tp dia menjaga kesehatannya dg pola hidup baik.

Jgn iri dg cara Tuhan memberkati org lain, Dia pasti adil, memberi upah sesuai perbuatan kita, ketaatan kita pd Firman-Nya. Bersyukur masih diberkati, masih disayang Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.