Curiga Karena Takut

DI 26082019

2 Samuel 10:3

  • berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: “Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?”

Niat tulus Daud utk menyampaikan pesan turut berdukacita atas wafatnya raja bani Amon telah ditanggapi negatif oleh para pemuka dan Hanun, raja yg menggantikan ayahnya. Akibatnya damai berubah menjd peperangan dan kekalahan.

Knpa mrka curiga akan ada niat buruk di balik kedatangan utusan raja Daud? Itu krna mrka takut kalau-kalau Daud ingin memata-matai dan menaklukkan mrka. Rasa takut seringkali membuat pikiran menjd tdk jernih shga memicu munculnya kecurigaan ttg sesuatu tanpa ada bukti kuat yg menyertainya. Curiga tanpa dasar dan alasan yg kuat justru menjerumuskan kita masuk dlm masalah yg sbnarnya tdk perlu terjd, namun pd akhirnya terjd karena terlalu percaya apa kata org yg mgkin masuk akal, tp salah.

Ingatlah bhw masih ada org tulus di sekitar kita, tdk semuanya memang, tp kita jgn mudah curiga terlebih dahulu. Jgn terlalu mudah percaya apa kata org yg tanpa disertai alasan dan bukti yg kuat. Bawalah dlm doa pd Tuhan dan percaya bhw Tuhan akan membuatnya jelas bagi kita. Kecurigaan yg terlalu mudah justru bs merusak persahabatan yg baik, pihak ketiga dlm sebuah persahabatan patut diwaspadai krna tdk semua org senang kita bergaul dg sahabat kita, mrka berusaha membuat adanya kesalah pahaman dan curiga satu sama lain. Bila termakan omongan ini, timbullah pertengkaran yg bs berakhir dg permusuhan.

Sambutlah niat tulus dg ketulusan jg, tetap jaga persahabatan yg sdh lama terjalin, jgn biarkan org lain merusaknya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.