Hampir Tidak Selamat

DI 27082019

1 Petrus 4:17-18
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Tuhan sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Tuhan?

  • Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?

Kalau org benar hampir tdk selamat dr penghakiman Tuhan, apakah sia-sia hidup benar di hadapan Tuhan?

Dlm keKristenan jelas bhw kita diselamatkan bkn krna perbuatan baik bahkan perbuatan kita yg sesuai dg kebenaran, sederhananya kita sebut hidup sesuai firman Tuhan. Tentu kita berusaha utk hidup menuruti firman Tuhan, tp faktanya adalah ada saatnya kita bisa dan ada saatnya kita gagal. Kita selamat bkn krna usaha kita sndri, tp oleh anugerah Tuhan:

Efesus 2:8 KJV
For by grace are ye saved through faith; and that not of yourselves: it is the gift of God:

Karena oleh anugerah kamu diselamatkan melalui iman, dan itu bukan karena dirimu, itu adalah pemberian Tuhan

Jd bkn perbuatan benar yg membuat kita selamat dr penghakiman Tuhan, krna kita jg memiliki dosa dan pelanggaran, tp oleh anugerah melalui iman sbg pemberian dr Tuhan. Jd perbuatan benar kita hrs dilengkapi dg iman, melalui imanlah kita menerima anugerah keselamatan yg diberikan Tuhan. Lalu apa gunanya hidup benar di mata Tuhan? Tentu sangat berguna, terutama bagi hidup kita di dunia ini, menjauhkan kutuk Tuhan dlm hidup kita, tp perbuatan benar bkn diperhitungkan sbg syarat ketika menghadapi penghakiman Tuhan.

Itulah sebabnya diingatkan utk tdk malu mengakui Tuhan Yesus di dpn org lain, jika malu maka Yesus tdk akan mengakui kita di hadapan Bapa dan para malaikat (Markus 8:38). Jgn sampai Tuhan Yesus menghapus nama kita dari Kitab Kehidupan (Wahyu 3:5), akibatnya kita hidup kekal di neraka. Pertahankan iman kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.