Selalu Ada Orang Benar

DI 23092019

1 Raja-raja 18:3-4
Sebab itu Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan TUHAN.

  • Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.

Obaja dlm kisah ini beda dg Obaja yg adalah seorg nabi yg kita temui dlm kitab Obaja. Obaja ini seorg kepala istana di zaman raja Ahab dan Izebel, istri Ahab. Dia melindungi 100 nabi saat Izebel melakukan pembantaian atas para nabi Tuhan.

Obaja tetap hidup takut akan Tuhan sekalipun di istana ada Izebel yg berpengaruh besar bahkan mampu ‘menyetir’ raja Ahab demi kepentingannya. Izebel adalah putri dr raja Etbaal, raja Sidon dan Tirus, penyembah Baal. Di istana raja terdpt bnyk nabi Baal krna pengaruh dr Izebel. Obaja tetap mempertahankan imannya sekalipun bnyk org yg menyembah berhala, tdk menyembunyikan identitasnya sbg penyembah Tuhan. Ini teladan yg baik bagi kita yg hidup di tengah-tengah dunia yg dipenuhi bnyk penyembah berhala.

Obaja menggunakan apa yg dia miliki utk melindungi 100 nabi Tuhan dr rencana jahat Izebel, ini pelajaran penting bagi kita. Obaja pasti seorg yg sangat kaya dan sbg kepala istana, dia punya kuasa dan pengaruh yg lumayan besar pastinya. Dia gunakan utk kepentingan Tuhan. Bgmna dg kita? Apakah kita hanya menikmati sndri yg kita miliki tanpa peduli dg kepentingan Tuhan? Pernahkah harta kita gunakan utk hal-hal yg berkaitan dg Tuhan: menolong org kesusahan, mensupport dana gereja dan hamba Tuhan yg minim pendapatannya, dsbnya? Belajar dr Obaja, dia gunakan yg dia punya utk kepentingan Tuhan.

Jgn egois, krna kasih tdk mementingkan diri sndri, tp mementingkan kepentingan bersama. Hidup spt Obaja, di tengah bnyk penyembah berhala, dia tetap menjd penyembah Tuhan, tdk tergoda utk meninggalkan Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.