DI 24092019
2 Tawarikh 25:14-15
Ketika Amazia kembali, setelah mengalahkan orang-orang Edom itu, ia mendirikan para allah bani Seir, yang dibawanya pulang, sebagai allahnya. Ia sujud menyembah kepada allah-allah itu dan membakar korban untuk mereka.
- Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Amazia; Ia menyuruh seorang nabi kepadanya yang berkata: “Mengapa engkau mencari allah sesuatu bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari tanganmu?”
Memang sulit dipahami mengapa raja Amazia justru menyembah para allah dr bani Seir yg telah dikalahkannya. Logika pikirannya disindir oleh Tuhan melalui perkataan seorang nabi kepadanya.
Tak bs dipungkiri memang berhala memiliki daya tarik yg biasanya menyenangkan nafsu liar manusia. Apa yg tdk boleh dilakukan menurut hukum Tuhan, boleh dilakukan menurut aturan para berhala. Inilah yg membuat logika manusia pd akhirnya tdk lg digunakan, lebih mengikuti kata hati yg sdh terpikat oleh daya tarik berhala itu. Bangsanya saja sdh ditaklukkan, tp malah berhalanya disembah, logika pikiran raja Amazia telah ‘mati’.
Mengasihi Tuhan salah satunya dg segenap pikiran (Matius 22:37). Logika perlu digunakan utk mengasihi Tuhan, spya kita bs tahu apa yg menyenangkan hati Tuhan dan mana yg tdk. Melalui pembaharuan pikiran (metanoia), logika kita dipertajam utk mempertimbangkan semua hal dlm hidup ini. Jd mengasihi Tuhan bkn sekedar dlm area perasaan, tp logika jg digunakan. Benarkah apa yg ditawarkan oleh berhala itu bs dipahami oleh logika pikiran kita? Tuhan menjanjikan sesuatu yg nyata dan terpercaya, bs dipahami bahkan scra logika manusia. Kita hidup masih ‘menginjak bumi’, masih perlu menggunakan logika utk memahami bnyk hal.
Jgn berpaling dan tergoda oleh daya tarik berhala yg bs memuaskan nafsu liar manusia, kelihatannya penuh kebebasan melakukan apapun, tapi ujungnya ternyata kebinasaan. Tetap beriman dan percaya pd Tuhan Yesus Kristus.