Kapan Berhenti Bicara

DI 16102019

Amsal 10:19 NASB
When there are many words, transgression is unavoidable, But he who restrains his lips is wise.

  • Ketika ada banyak kata-kata, pelanggaran itu tidak bisa dihindari, tapi dia yang menahan bibirnya adalah bijaksana

Tentu saja menikmati perbincangan yg menarik sangat disukai, apalg suasana ikut mendukung, ada snack dan minuman, bnyk canda tawa, dsbnya. Durasi bs berjam-jam, mulai dr membahas hal serius hingga yg biasa saja.

Tp perlu kita waspadai bhw dlm bnyk kata-kata, kita tanpa sadar bisa ‘didorong’ ke arah melakukan dosa atau pelanggaran. Misalnya ketika kita membicarakan keadaan yg sdg dialami seseorg, awalnya mgkin yg dibahas adalah keadaan yg dialami org itu, tp makin lama pembahasan bergeser pd menilai karakternya dan kekurangan yg dimiliki org tsb. Spt kita mau pergi ke lokasi A malah arahnya ke lokasi B. Kalau kita tdk menahan lidah kita, obrolan kita bs dipakai iblis utk membuat kegaduhan dan pertengkaran.

Kpn pembicaraan hrs diselesaikan, kita hrs bijaksana menilainya. Lawan bcra kita blm tentu suka bcra berlama-lama, ada yg tdk suka bnyk bercanda atau memang tdk suka membicarakan org lain. Obrolan yg berkualitas tentunya dinilai dr tercapai atau tdknya tujuan dr obrolan tersebut, artinya sesuai atau tdk obyek obrolan yg sbnarnya ingin dibahas. Apakah ada salah satu pihak yg merasa dirugikan dr obrolan tsb? Apakah kata-kata yg digunakan cukup jelas atau kurang tepat? Apakah ada kesimpulan yg disepakati bersama? Belajar utk menilai sndri saat percakapan berlangsung, supaya kita bs berkomunikasi dg efektif dan menghindari diri dr berbuat kesalahan lewat perkataan.

Kpn hrs mulai bcra dan kpn hrs mengakhirinya, kita perlu menentukannya dg benar. Bcra yg sia-sia akan kita pertanggung jwbkan di hadapan Tuhan, jgn terlalu lama dlm berbicara, jg jgn terlalu bnyk berkata-kata jika kita ingin terhindar dr berbuat dosa dg perkataan kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.