Seperti Seorang Tahanan

DI 27012020

Ayub 42:10 KJV
And the LORD turned the captivity of Job, when he prayed for his friends: also the LORD gave Job twice as much as he had before.

Dan TUHAN mengubah tahanan Ayub, ketika dia berdoa untuk sahabat-sahabatnya, juga TUHAN memberi Ayub dua kali sebanyak yang sebelumnya dia miliki

Ternyata kondisi yg Ayub alami itu spt seorg tawanan perang yg ditawan musuh dan jg spt seorg tahanan yg dipenjarakan krna hasil persidangan. Memang Ayub tdk berdaya dan hanya bs menerima kenyataan yg ada tanpa bs berbuat sesuatu.

Proses yg Ayub alami bkn sekedar kehilangan harta dan anak-anaknya, namun jg penderitaan tubuh, dan terakhir adalah jiwanya diuji dg perkataan isteri dan sahabat-sahabatnya mengenai semua yg saat itu sdg terjd. Komentar org terkadang terasa sama pedihnya dg penderitaan jasmani, krna yg tersakiti adalah hati dan harga diri. Ayub sangat sengit membantah perkataan isteri dan ketiga sahabatnya, bahkan Ayub mulai tergoda utk menilai hidupnya sbg sebuah kutukan tanpa sebab, shga dia berkata bhw seandainya dia tdk dilahirkan:

Ayub 3:11
Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?

Kelahiran dr setiap manusia adalah ketetapan Tuhan, si bayi tdk bs memilih siapa yg jd orgtuanya, bahkan seandainya dia dilahirkan cacat fisik. Itu ketentuan mutlak Tuhan. Memang penderitaan yg Ayub alami itu tergolong sangat berat, tdk semua org sanggup menanggungnya, tak ada yg bs dilakukan selain pasrah dan berserah, persis spt seorg tawanan atau tahanan yg kehilangan kebebasan dan nasibnya ditentukan org lain. Kadang kita mgkin mengalami keadaan spt seorg tawanan, kebebasan kita diambil oleh Tuhan, dipaksa utk menerima kenyataan, dan diuji kesetiaan kita utk tetap menyembah Tuhan apapun yg terjd.

Tuhan pasti memulihkan keadaan kita ketika kita selesai melewati proses ujian dr Tuhan. Namun jgn sampai kita melawan ketentuan Tuhan, jgn kita mengutuki hidup kita sndri.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.