Takut Hidup Susah

DI 24012020

Yeremia 44:18
Tetapi sejak kami berhenti membakar korban dan mempersembahkan korban curahan kepada ratu sorga, maka kami kekurangan segala-galanya dan kami dihabiskan oleh pedang dan kelaparan.”

Pd zaman nabi Yeremia, org-org Yehuda melakukan penyembahan berhala shga mrka meninggalkan Tuhan dan membuat Tuhan murka dan menghukum mrka, namun mrka tdk mau bertobat jg.

Alasan mrka tdk mau bertobat ternyata berhubungan dg pemenuhan kebutuhan hidup mrka sehari-hari. Mrka menilai bhw selama mrka menyembah berhala, kebutuhan hidup mrka tercukupi dan terjamin, tdk lg percaya bhw Tuhan sanggup memelihara hidup mrka. Berhala yg mrka sembah dipercaya sbg sumber berkat dan lebih hebat dr Tuhan. Di sinilah hal yg hrs kita pahami bhw mengapa ada org yg dulu beribadah pd Tuhan namun akhirnya meninggalkan Tuhan krna tdk ingin hidup susah. Mrka berpikir lebih mudah dan lebih cepat utk mendpt harta kalau mrka menyembah yg selain Tuhan, tdk perlu mengalami proses ini dan itu.

Iblis memang memiliki kekayaan, ini kita temui saat dia mencobai Yesus di padang gurun stlah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam. Cobaan yg terakhir adalah iblis akan menyerahkan semua kemegahan dunia kalau Yesus mau menyembahnya (Matius 4:9). Jd jgn heran kalau ada saja org-org yg memilih menyembah iblis atau para berhala demi mendptkan kebahagiaan hidup, menghindar dr hidup susah. Tentu saja iblis pasti memberikan yg mrka butuhkan, namun yg tdk disadari adalah iblis jg mengambil lebih bnyk dr org yg menyembah dia, bahkan bs menguasai hidup mrka sepenuhnya, mengikat mrka dg keterikatan cinta uang.

Jgn ragukan kesetiaan Tuhan dlm memelihara hidup kita, meskipun kita hrs melewati proses dan ujian hidup dr Tuhan. Semua perlu legalitas dr Tuhan, dan ketika kita mendptkannya, yg kita terima itu lebih dr yg dpt iblis dan berhala janjikan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.