DI 30012020
1 Timotius 2:12 KJV
But I suffer not a woman to teach, nor to usurp authority over the man, but to be in silence.
Tetapi aku tidak membiarkan seorang perempuan (isteri) untuk mengajar, juga untuk merebut otoritas atas seorang laki-laki (suami), tapi untuk menjadi dalam diam.
Kata woman dlm ayat ini adalah ‘gunē’ yg artinya seorg perempuan, seorg isteri, sedangkan kata man dlm ayat ini adalah ‘anēr’ yg artinya seorang laki-laki, suami. Jd ayat ini bcra mengenai bgmna seorang isteri hrs bersikap pd suaminya.
Mengapa istri dilarang utk mengajar pd zaman itu? Jwbannya kita dpti melalui kalimat terakhir dr ayat ini, yaitu bhw bhw seorg istri itu hrs dlm diam, dlm bhsa aslinya adalah ‘hēsuchia’ yg artinya diam di rumah mengerjakan pekerjaannya sndri, dan tdk ikut campur dlm urusan org lain. Jd ternyata pd zaman itu ada perempuan-perempuan yg ternyata tdk cukup baik mengurus rumah tangganya sndri tp ternyata sibuk ikut campur urusan org lain. Bgmna mau mengajar tp tdk memberikan contoh dan teladan yg baik? Isteri spt itu tentunya akan membuat malu suaminya di mata bnyk org, dianggap tdk bs mengajar isterinya dg baik dlm hal urusan rumah tangganya sndri.
Kemudian seorg istri tdk boleh merebut otoritas yg dimiliki oleh seorg suami. Tentu hal ini berkaitan dg fungsi suami sbg kepala dan istri sbg tubuh. Jika istri menjd kepala maka akan terjd ketimpangan dan masalah dlm rumah tangga. Tuhan menilai penundukkan diri seorg istri pd suaminya sbg sebuah ketaatan pd firman Tuhan. Bgmna jika jika justru seorg suami tdk menjalankan otoritasnya dg baik? Libatkan Tuhan dlm perkara ini dan ikuti petunjuk-Nya, apa yg hrs dilakukan biarlah itu tetap berdasar pd kebenaran firman Tuhan. Kesalahan org lain bkn berarti menjd alasan kita boleh jg melanggar batasan yg telah Tuhan tetapkan.
Jalani peran masing-masing sbg seorg suami atau seorg istri, jika terjd masalah dlm rumah tangga, libatkan Tuhan dan ikuti petunjuk Tuhan sesuai dg apa yg Tuhan katakan dan perintahkan.