Menolak Kebenaran

DI 06022020

Kisah Para Rasul 24:24-25
Dan setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan isterinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus.

  • Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: “Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau.”

Feliks adalah seorg wali negeri yg tahu ttg ‘Jalan Tuhan’ yaitu mrka yg percaya akan Injil pd zaman itu, dia jg ingin mendengar ttg ajaran Yesus, namun ketika sampai pd ajaran ttg kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman, dia menolak utk trs mendengarkannya.

Ini adalah gambaran ttg bbrpa bagian dr org yg sempat tertarik pd ajaran Yesus namun pd batasan tertentu tdk lg ingin mengetahui lebih dlm. Bgtupun sebagian org Kristen, ada yg memilih-milih bagian mana dr firman Tuhan yg mau dilakukan dan mana yg tdk. Ketika firman Tuhan mulai menyinggung ttg kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman, ada penolakan dlm dirinya dan tdk mau tahu ttg hal itu. Sesuatu yg membatasi ruang gerak dan kebebasan pribadinya utk berbuat apa yg dianggap benar, akan pasti tdk akan boleh masuk ke dlm hati dan pikirannya.

Kita tdk boleh memilih-milih mana yg mau kita lakukan dan yg tdk mau kita lakukan. Kebenaran Tuhan hrslah kita terima seutuhnya dan tunduk pd kebenaran itu. Sekalipun itu spt membatasi ruang gerak kita, namun tujuannya justru utk kebaikan hidup kita sndri. Kita perlu membenahi kelemahan yg kita miliki, belajar utk tdk menganggapnya sbg sesuatu yg normal. Semua org memang pny kelemahan masing-masing, tp itu bkn berarti kelemahan kita biarkan bgtu saja. Kita hrs membenahinya.

Ingatlah bhw akan ada saatnya Tuhan membalaskan setiap perbuatan yg kita lakukan, termasuk ketaatan atau ketdk taatan kita pd firman Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.