Tetap Merenungkan Firman

DI 10022020

Mazmur 119:23

  • Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Bisakah kita tenang di saat sebenarnya ada sesuatu yg sdg terjd di luar kewajaran? Daud bs tetap merenungkan firman Tuhan sekalipun ada org-org yg ingin berniat jahat terhadapnya.

Biasanya org akan kehilangan kendali diri, dikuasai emosi, hilang kesabaran, panik, takut, dsbnya, saat tahu ada sesuatu yg tdk baik sdg mendatanginya. Seandainya ini terjd pd kita, bgmna respon kita? Teladani apa yg Daud lakukan, dia tetap merenungkan firman Tuhan, bkn sekedar mengingat-ingat, krna merenungkan firman Tuhan itu butuh ketenangan dan waktu tersendiri, spt seorang yg bermeditasi. Bs mengendalikan suasana hati, menguasai pikiran dan emosi. Ini tdk mudah dan tdk semua org bs melakukannya. Iman pd Tuhanlah yg pd akhirnya memegang peranan penting dlm hal pengendalian diri, menyadari bhw Tuhan selalu membela org yg hidupnya berkenan di mata-Nya.

Jgn biarkan situasi yg menguasai kita, justru hrs sebaliknya. Jgn biarkan pikiran kita berpikir secara ‘liar’, shga yg muncul adalah pikiran-pikiran yg menyebabkan kita panik, takut, curiga, ingin berniat jahat, dsbnya. Merenungkan firman Tuhan akan membantu kita utk menfokuskan pikiran hanya ke satu topik saja, yaitu kebenaran firman Tuhan. Temukan janji-janji Tuhan, apa yg Tuhan sediakan pd umat-Nya, nasehat-nasehat bijak dr kitab Amsal, dsbnya. Kita bs melihat lebih jelas ttg situasi yg sdg kita hadapi, ada Tuhan yg menyertai kita, kuasa-Nya yg tak terbatas, strategi apa yg hrs kita siapkan, bs kita dptkan saat merenungkan firman Tuhan. Karena itulah jgn lalai utk tetap menyediakan waktu utk merenungkan firman-Nya.

Kalau kita menilai firman Tuhan itu penting dlm hidup kita, pasti kita menyediakan lebih bnyk waktu yg cukup utk merenungkan firman Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.