Jangan Menambahi Firman-Nya

DI 19022020

Amsal 30:6

  • Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

Firman Tuhan itu perkataan yg berasal dr Tuhan sndri, sdh pasti sempurna dan pasti, jd tdk perlu ditambahi dan dikurangi, artinya jgn diubah-ubah, itu akan menjd sebuah kebohongan.

Menambahi sesuatu pd firman Tuhan tentu akan membuat org yg mendengarnya menjd berpikir salah ttg Tuhan. Yg ditambahkan itu bs saja berupa hal-hal yg menguntungkan bagi pelakunya, yg tdk boleh dibuat menjd boleh, yg Tuhan tdk janjikan krna ditambahi perkataan yg ‘manis’ bs dipahami seolah-olah Tuhan menjanjikan sesuatu, hingga pd akhirnya org merasa tertipu dan menghakimi bhw firman Tuhan itu tdk benar dan tdk berdampak ketika dilakukan. Krna itulah penting bagi setiap kita utk berusaha memahami firman Tuhan scra murni, tdk berbeda dg maksud firman Tuhan itu ingin sampaikan. Menjaga kemurnian firman Tuhan adalah bentuk penghormatan kita terhadap Tuhan.

Penyesatan yg terparah adalah memasukkan sedikit kebohongan atau kepalsuan ke dlm firman Tuhan. Pasti porsinya kecil, kalau besar pasti org mudah utk menilai bhw itu sesat atau tdk. Jd memang kita hrs belajar detail, spt kertas uang yg memiliki lbh dr 1 ciri khas atau tanda, yang palsu tentu tdk di semua tanda, mgkin di bagian terkecilnya shga org yg tdk teliti akan tdk sadar bhw uangnya adalah uang palsu. Teliti ketika kita mendengar sebuah khotbah, doktrin pengajaran, dan saat merenungkan firman Tuhan. Miliki org-org yg memang pny kapasitas di dlm mempelajari firman Tuhan, spya kita bs dibantu utk memahami firman Tuhan dg benar dan pengertian yg didpt itu sesuai dg pengertian yg Tuhan mau kita utk mengerti.

Akhir zaman akan bnyk penyesatan, tentu bkn dari luar Kristen, justru yg dr dlm itulah yg paling tdk kita sadari, teliti dg benar.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.