Menghargai Sesama

DI 21022020

Imamat 25:39 (KJV)
And if thy brother that dwelleth by thee be waxen poor, and be sold unto thee; thou shalt not compel him to serve as a bondservant:

  • Dan jika saudaramu yang berdiam bersama kamu menjadi jatuh miskin, dan terjual padamu, kamu jangan memaksanya untuk melayani sebagaimana layaknya seorang budak belian.

Tuhan melalui hukum Taurat telah mengatur bangsa Israel utk menghargai sesamanya, lebih tepatnya menghargai sdr sebangsanya yg nasibnya kurang baik dan lemah, tdk boleh menindas.

Dlm aturan ini, yg boleh diperlakukan sbg budak adalah org yg berasal dr bangsa lain, bangsa yg ditaklukkan, yg Tuhan serahkan pd mrka. Memang zaman itu yg kalah perang akan menjd tawanan dan diperlakukan spt budak, boleh ditindas bahkan hingga dibunuh. Tp Tuhan melarang bangsa Israel utk memperlakukan org sebangsanya yg miskin dan lemah sbg budak, walaupun mrka sdh ‘menyerahkan diri’ krna tdk bs melunasi hutang misalnya atau oleh sebab lain. Menindas org sebangsanya akan dinilai spt memperbudak tawanan perang, di mata Tuhan tentu hal ini tdk boleh dilakukan. Ini spt seseorg memperlakukan tubuhnya sndri dg kejam, menyiksa diri sndri.

Melalui hal ini, kita bs mengetahui bhw Tuhan ingin kita memperlakukan sesama manusia dg baik, meskipun mrka miskin, lemah, dan nasibnya tergantung pd kita. Tentu tak ada org yg sengaja ingin ada dlm keadaan yg tdk baik, tp mrka tdk pny kemampuan utk lepas dr ketdk berdayaan mrka. Kita yg dlm keadaan lebih baik jgn berlaku semena-mena, sadar bhw Tuhan mengasihi mrka dan akan menilai setiap perbuatan kita. Kekayaan bknlah tolak ukur berkat dan perkenanan Tuhan atas seseorg. Bantulah bila memang kita sanggup, berikan nasehat yg baik utk membangkitkan semangat hidup mrka. Suatu saat keadaan bs saja berbalik, kita yg butuh pertolongan mrka, krna itu jgn kita sombong dan merendahkan org lain.

Jgn sampai kita lebih menyayangi hewan peliharaan kita drpd mengasihi org-org yg lemah dan tak berdaya, bknkah manusia lebih mulia dibandingkan hewan?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.