Kita Ini Tubuh Kristus

DI 27032020

1 Korintus 12:27

  • Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

Virus Corona yg mewabah jg mengena pd dunia kerohanian Kristen, ada kebijakan yg diambil grja maupun pesan hamba-hamba Tuhan yg menimbulkan perbincangan hingga komentar negatif.

Perlu bersikap bijak dan berpikir dg benar dlm hal kebijaksanaan maupun pesan hamba Tuhan pd gerejanya masing-masing. Ini yg kadang terlupakan bhw seringkali kebijakan yg diambil sebuah gereja sbnarnya hanyalah diberlakukan utk kalangan gereja dan jemaatnya sndri, bkn berlaku utk gereja atau jemaat yg lain. Artinya boleh berkomentar yg berbeda pandangan tp jgn jg berkomentar negatif atau menyalahkan, krna kita ini satu tubuh yaitu tubuh Kristus. Yg berhak menghakimi tentu saja Tuhan sndri sbg Kepala Gereja. Kalau ingin menyampaikan pandangan pribadi, sampaikan ke grja atau hamba Tuhan bersangkutan, bkn justru menggunakan medsos utk menjelek-jelekkan.

Tentu ada saja org-org yg pernah kepahitan dg grja atau hamba Tuhan, kemudian menjd org yg selalu mencari masalah ttg grja dan hamba Tuhan. Di sinilah seharusnya jika ada masalah dlm grja, pihak-pihak yg terlibat diusahakan utk berdamai dan menyelesaikan masalah yg ada. Seandainyapun ada pihak yg akhirnya keluar atau pindah grja, minimal sdh tdk ada ganjalan dlm hati. Perlu kedewasaan rohani utk bs melakukannya, perlu koordinasi yg baik dan rapi dr team yg bertugas utk mendamaikan. Bknkah Alkitab mengajar kita utk saling mengakui dosa dan saling mendoakan? Inilah yg hrs dilakukan spya iblis tdk pny celah utk masuk dlm situasi ini dan mengambil keuntungan dr itu.

Sbg tubuh Kristus hrs saling mendukung dan bs bekerja sama, bkn justru saling menyakiti bahkan saling ‘membunuh karakter’, saatnya kita semua bersatu menghadapi situasi yg sulit ini.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.