Tidak Bisa Diajak Bicara

DI 09042020

1 Samuel 25:17

  • Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia.”

Nabal digambarkan sbg seorg yg dursila, org yg tdk bs diajak utk bicara, bkn krna dia bisu, tp dia org yg arogan dan tdk bs diajak berunding baik-baik.

Mgkin di sekitar kita ada org yg spt Nabal, buat salah tp tdk bs ditegur dan dinasehati, perkataan org lain tdk dianggap berharga sama sekali. Diajak berdiskusi malah berujung pd penghinaan terhadap lawan bicaranya. Diajak bicara baik-baik tp dibalas dg ucapan yg membuat situasi panas, tdk peduli dg perasaan org lain bahkan cenderung mengeluarkan pendapat yg tdk sopan. Mengapa bs terjd spt itu? Nabal seorg yg kaya, org yg menilai apapun dg uang, uang membuat seseorg bs memiliki kekuasaan dan menganggap dirinya spt seorg raja kecil di wilayahnya sndri. Pdhal dia mrmiliki seorg istri yg bijak, namun tetap saja dia menjd seorg yg sombong dan menghina org lain.

Sbg org Kristen kita diajar utk menjd pribadi yg penuh kasih, ramah dan jg menghormati sesama. Tdk melihat dr kaya atau miskinnya seseorg, namun ingatlah bhw setiap org percaya adalah sesama umat Tuhan yg berharga, kita semua berharga di mata Tuhan. Belajar utk berkomunikasi dg baik, belajar utk mendengar dan memberi waktu utk org lain bcra. Dengarkan isi pembicaraannya dg baik dan berilah jwban yg bkn hanya menyenangkan telinga, namun jwban yg membangun iman, mengoreksi dan tdk menghina. Mendengar dan bicara hrs tepat pd waktunya, tdk asal menjwb atau terlihat acuh dan tdk mau mendengarkan perkataan org lain. Hargailah pendapat seseorg dan dengarkan apa yg baik.

Ramah terhadap org lain adalah bukti bhw kita memiliki kasih dlm hidup kita, ingatkah kita jg butuh bcra dan butuh utk didengarkan jg.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.