Cahaya Orang Benar

DI 26052020

Matius 13:43

  • Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Ternyata dlm roh manusia itu ada terang yg dimilikinya, kalau dia org benar maka cahayanya akan sangat terang spt cahaya matahari nanti di Kerajaan Bapa atau umumnya kita kenal sbg surga.

Ayat ini berada dlm perikop ttg perumpamaan lalang dan gandum, ini bcra ttg akhir zaman krna disebutkan bhw waktu menuai adalah akhir zaman (Matius 13:39). Gandum gambaran ttg org benar yg Tuhan tempatkan di dunia ini, sementara lalang adalah mrka yg adalah org-org yg nantinya dihukum Tuhan krna mrka bkn berasal dr Tuhan, tp dr iblis. Ini yg hrs kita pahami yaitu apakah kita ini gandum atau lalang? Kita ini org benar atau org fasik di akhir zaman ini. Kalau kita ini org benar maka kita tunduk pd Tuhan dan mentaati firman Tuhan, sementara org fasik tdk tunduk pd Tuhan dan hidup mnrut kebenaran buatannya sndri.

Bgmna cahaya yg kita miliki? Kita umpamakan saja spt lampu senter zaman dulu yg memakai baterai, bila hampir habis daya baterainya maka cahaya lampunya mulai meredup. Apakah ketaatan kita pd firman Tuhan masih sekomitmen ketika kita mengasihi Dia dg sungguh-sungguh? Atau mulai mengendor? Masih taat tp mulai berkompromi sedikit dg ketdk benaran, di mata Tuhan ini sama saja dg tdk taat. Tdk ada persentase dlm ketaatan, jgn kita menipu hati nurani kita sndri dg berkata bhw kita masih tetap setia dlm bbrpa hal pdhal kita mulai kompromi di dlm hal yg lain. Tdk mudah utk trs taat, ini tergantung komitmen dan kasih kita pd Tuhan.

Tetap jaga cahaya roh kita tetap bersinar dg terangnya, org bs melihat hidup kita sbg anak-anak Kerajaan yg telah dibenarkan dan hidup benar sesuai firman Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.